Ticker

6/recent/ticker-posts

PPKM Level 2, PTM di Kota Bogor Masih 50 Persen

(Foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.


BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Mengingat saat ini status Kota Bogor berada di Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan sesuai instruksi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, maka di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seratus persen ditunda hingga akhir Januari.

Sehingga, setelah masa liburan akhir tahun ini Kota Bogor akan tetap melaksanakan PTM seperti sebelumnya yakni maksimal 50 persen.

"Jadi, PTM di Kota Bogor masih seperti sebelumnya 50 persen atau bergantian sesuai kebijakan sekolah. Pembagian rapor pada Senin (10/1/2022), nanti pun akan dibagi jadwalnya, tidak serentak. Jadi prokes tetap terjaga," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi, Jumat (7/1/2022).

Meskipun, ungkapnya, rencana mengenai PTM seratus persen sudah keluar Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri (Meneri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Teknologi; Menteri Kesehatan; Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri). Tapi, dengan catatan para tenaga pendidik sudah seratus persen di vaksin.

"Rencana PTM seratus persen sudah keluar dari SKB empat menteri. Tapi, PTM seratus persen memungkinkan dilaksanakan dengan catatan tenaga pendidik sudah di vaksin semua," jelasnya.

Saat ini, masih kata Hanafi, Dinas Pendidikan Kota Bogor sedang mengumpulkan bukti sertifikat vaksin dari tenaga pendidik di sekolah-sekolah. Tujuannya untuk menyisir tenaga pendidik yang belum di suntik vaksin dengan alasan non medis.

"Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan akan menjadwal ulang vaksinasi tenaga pendidik yang sekarang masih kurang sekitar sepuluh persen lagi," imbuhnya.

Dikatakan Hanafi, vaksinasi bagi tenaga pendidik wajib 100 persen. Pasalnya, jika ada yang tidak mau divaksin bukan karena alasan medis maka akan terkena sanksi sesuai yang tercantum di dalam SKB empat Menteri.

"Saya mengimbau agar tenaga pendidik yang belum vaksinasi untuk segera vaksin. Kami juga kejar target untuk vaksinasi anak-anak bisa dipercepat," tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar