Ticker

6/recent/ticker-posts

Ini Kata Chef Haris Biar Usaha Kuliner Sukses

(Foto: Dok. Anni Nuraini)



Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.


BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Belakangan ini berbisnis di bidang kuliner menjadi pilihan banyak orang. Dari yang hanya di dapur rumah dengan memanfaatkan jaringan relasi yang baik dan kekuatan media sosial serta aplikasi layanan pesan antar makanan maupun membukanya di lokasi strategis dengan modal yang tentunya tidak sedikit.

Meski demikian, berbisnis di bidang yang satu ini pun tidak cukup hanya mengandalkan aspek-aspek di atas dan tentu saja cita rasa. Tetapi, di tengah perkembangan zaman dan teknologi informasi yang semakin pesat dibutuhkan juga inovasi serta higienitas produk untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggan.

Seperti disampaikan Plt Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Bogor Raya Zahakir Haris saat menjadi pembicara pada kegiatan pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner di Destinasi Wisata, Hotel Salak The Heritage, Jumat (17/12/2021), masih diperlukan hal lainnya agar produk kuliner yang dijual menarik perhatian calon pelanggan atau pembeli.

"Kesimpulannya adalah ketika menjalani bisnis kuliner ini harus memasarkan produk kita berkarakter. Tapi juga bercerita, konsistensi pun sangat dibutuhkan. Teruslah cari peluang dan jangan lupa berdoa serta selalu rendah hati," kata Haris, sapannya.

Mengenai teknis produk, dia menerangkan perlunya fokus pada higienitas makanan yang dihasilkan atau dijual yang meliputi bahan baku, penyediaan, penyimpanan, pengolahan hingga penyajian bahan bakunya.

Pemilik Tandi's Bakery itu juga menyebutkan, pentingnya menjaga higienitas makanan. Diusahakan ada orang khusus yang menanganinya, ini agar aspek kesehatan turut menjadi perhatian. Tujuannya tidak lain supaya makanan tetap higienitas.

"Personal hygiene. Orang yang menangani produk tersebut atau sering disebut food handler diperhatikan dari segi kesehatan. Ini bertujuan supaya makanan tetap hygiene," ungkapnya.

Lebih lanjut Haris juga mengingatkan para pebisnis kuliner atau bagi mereka yang baru saja akan memulainya, untuk memperhatikan pula kemasan produk, segmen pasar, harga dan membangun karakter di kemasannya.

"Setelah memperhatikan hal-hal itu, para pelaku bisnis kuliner khususnya UMKM tidak pusing lagi cara menentukan segmentasi pasar dan mendapatkan pasarnya," terang Haris.

Posting Komentar

0 Komentar