Ticker

6/recent/ticker-posts

Tak Kunjung Diperbaiki, Staf Ahli Wali Kota Sidak "Jembatan Maut" di Harjasari

(Foto: Yuda Muhtar/Bogor24.id)



Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Choirul A. Yani

HARJASARI, Bogor24.id -- Mendapatkan informasi adanya sebuah jembatan penghubung semi permanen yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan karena tidak layak digunakan, Staf Ahli Wali Kota Bogor bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Shahlan Rasyidi langsung bergerak meninjau lokasi di RT 3/RW 5 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (9/11/2021) petang.

Pasalnya, keresahan warga tersebut sudah disampaikan berulang kali melalui pengurus RT/RW setempat dan kelurahan sejak beberapa tahun silam, namun sayangnya sampai kini tak kunjung ada respon dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Padahal, jembatan yang berada di ketinggian sekitar enam meter itu sering digunakan warga sebagai jalan pintas. Ironisnya, lokasinya pun tak lebih dari 30 meter saja dari Kantor Kelurahan Harjasari.

Maka tidak mengherankan bila akhirnya Staf Ahli Wali Kota Bogor bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan Shahlan Rasyidi langsung datang ke lokasi dan bergerak cepat untuk segera mengintervensi dinas terkait supaya revitalisasi jembatan itu dapat secepatnya dikerjakan.

"Ini tentunya sangat ironis sekali, di saat kini banyak proyek pembangunan infrastruktur di wilayah-wilayah namun justru jembatan ini tidak mendapatkan prioritas. Apalagi warga juga sudah berulang kali meminta dan menyampaikan keluhannya ini kepada aparatur di wilayah, tapi kenapa belum juga ada realisasinya," keluh Shahlan.

Setelah meninjau lokasi dan berdialog bersama sejumlah warga, pengurus RT/RW setempat yang disaksikan juga Kasi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban (Pemtrantib) Kelurahan Harjasari, Jana, dirinya akan berupaya seoptimal mungkin supaya jembatan tersebut dapat segera dibangun dan layak digunakan warga.

"Semoga saja setelah pertemuan ini akan segera ada solusi terbaik untuk warga, karena kasihan mereka harus memutar jauh atau terpaksa menguji nyali jika terpaksa lewat jembatan ini. Kejadian seperti ini juga agar menjadi perhatian semua aparatur di wilayah, yaitu untuk memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga serta skala prioritas dalam pembangunan," ungkap Shahlan.

Posting Komentar

0 Komentar