Ticker

6/recent/ticker-posts

Situasi Mulai Kondusif, UMKM Kuliner Kembali Bergairah

Paket nasi timbel Kedai Tarcyfa. (Foto: Devina Putri/Bogor24.id)



Penulis: Devina Putri
Editor: Choirul A. Yani


BOGOR SELATAN, Bogor24.id -- Seiring turunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bogor yang kini sudah berada di level satu, telah memberikan sedikit angin segar bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner.

Pasalnya, dengan status Kota Bogor yang berada di level satu ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melonggarkan sejumlah aturan dari sebelumnya. Tentu kebijakan tersebut berdampak positif kepada para pelaku UMKM kuliner, ini dikarenakan usaha mereka kini mulai kembali bergeliat.

Dampak positif ini setidaknya dirasakan oleh pemilik Kedai Tarcyfa, Anita. Meski belum sepenuhnya normal, namun setidaknya usaha rumahannya itu mulai sedikit menunjukkan tren positif.

Ini terlihat dari grafik pemesanan yang masuk ke tempat usaha yang dikelolanya. Sebab, ia yang kini fokus pada pesanan katering itu sudah mulai mendapatkan lagi orderan sejak awal pekan kemarin. Beberapa pelanggan, khususnya yang sudah lama mulai melakukan pemesanan untuk beragam kebutuhan acara.

"Alhamdulillah usaha sudah mulai bergerak lagi, trennya mulai positif. Ini sudah mulai terasa sejak minggu kemarin, sudah ada beberapa pesanan katering yang masuk. Ya, mungkin ini karena status Kota Bogor sudah di level satu (PPKM). Jadi, pelanggan mulai pesan lagi buat acara-acara karena aturannya juga sudah banyak sektor yang dilonggarkan," papar Anita.

Untuk mendongkrak penjualan, ia berujar bahwa dirinya pun semakin instens memanfaatkan media digital untuk mempromosikan usaha kateringnya. Khususnya melalui media sosial dan bahkan platform digital.

"Tentunya kita juga makin rajin lagi sekarang buat postingan buat promo-promo lagi di media sosial. Selain kita juga tetap merawat dan tetap menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan eksisting, yakni dengan cara konvensional melalui broadcast di WhatsApp," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar kondisi ini terus membaik. Sehingga usaha kuliner yang dilakoninya bisa terus bertahan dan bahkan berkembang lagi. Maka, ia menyampaikan pesan dan harapannya kepada Pemkot Bogor melalui dinas-dinas terkait untuk lebih memperhatikan lagi para pelaku UMKM seperti dirinya.

"Karena, dengan kehadiran pemerintah melalui berbagai macam dukungan masih sangat kita harapkan. Apapun itu bentuknya akan sangat kita apresiasi," harapnya.

Untuk usaha kateringnya sendiri, lanjut Anita, ia menyediakan beragam paket menu yang bisa dipesan sesuai keinginan dan budget pelanggan. Selain menyediakan aneka olahan makanan, pihaknya juga menawarkan ragam kue dengan cita rasa yang tak kalah lezatnya.

"Jadi, di sini kita tidak hanya menerima pesanan paket-paket makanan atau nasi box saja. Tapi kita juga membuat macam-macam kue buat pelanggan. Kalau untuk harga paket makanan sendiri, kita mulai di harga Rp 15.000 sampai Rp 25.000. Contohnya paket nasi timbel, paket nasi bakar dan nasi tutug oncom.  Sedangkan kalau kue-kue mulai dari Rp 1.500 per potongnya. Ini mulai dari rainbow cake sampai donat mini," tutup Anita seraya menambahkan bila ingin melakukan pemesanan bisa menghubungi WhatsApp di nomor 085890084615.

Posting Komentar

0 Komentar