Ticker

6/recent/ticker-posts

BPPD: Supaya Ekonomi Bergerak, Pariwisata Kota Bogor Harus Dibuka

Destinasi wisata De' Voyage Kota Bogor. (Foto: Dok. Bogor24.id)


Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24 id -- Seiring terus turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bogor yang kini sudah berada di level satu, tidak lantas me
mbuat semua sektor sudah dapat beroperasi sepenuhnya.

Sebab, salah satu yang sampai saat ini masih dibatasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor adalah sektor pariwisata. Ini karena sejumlah destinasi wisata masih tetap dibatasi operasionalnya seperti pembatasan jumlah pengunjung, meskipun pihak pengelolanya sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kondisi ini dikeluhkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor yang disampaikan langsung ketuanya Yuno Abeta Lahay.

Pihaknya, kata Yuno, sangat mengerti dengan sikap yang yang diambil Pemkot Bogor. Langkah itu sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan kasus baru Covid-19. Namun, dirinya menyarankan supaya Pemkot bisa membuka destinasi wisata secara bertahap terutama di PPKM yang sudah berada di level satu ini.

"Kami tentunya paham niat Pemkot Bogor ini demi kebaikan bersama dan demi menekan potensi penyebaran Covid-19. Tapi, tetap kami berharap wisata ini bisa dibuka secara bertahap," harap Yuno, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, sektor pariwisata harus dibuka secara bertahap. Sebab, jika kondisi ini terus dibiarkan akan berdampak terhadap stabilitas perekonomian Kota Bogor sendiri.

"Tapi, saya harap semuanya harus berjalan secara bertahap. Karena, tentunya ini tidak bisa ditunggu lagi. Apalagi saat ini kasus Covid-19 melandai," ucapnya.

Dengan dibukanya sektor pariwisata, lanjut Yuno, tentu akan memberikan dampak positif yang salah satunya bisa meningkatkan kembali okupansi hotel dan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bogor.

"Karena, pariwisata ini saling mendukung untuk kegiatan hotel, restoran dan sektor lainnya. Karena destinasi wisata ini bersinggungan dengan okupansi hotel dan restoran," imbuhnya.

Posting Komentar

0 Komentar