Ticker

6/recent/ticker-posts

Menyulap Limbah Pipa PVC Jadi Lampu Hias Bernilai Ekonomi

(Foto-foto: Aysha Salsabila)



Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Choirul A. Yani


BOGOR SELATAN, Bogor24.id -- Setelah sebelumnya memanfaatkan batang-batang pohon bambu untuk dimanfaatkan menjadi barang kerajinan tangan yang bernilai ekonomi, para pemuda di Kampung Girangsari RT 002/008 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor kini berinovasi kembali menghasilkan produk ekonomi kreatif (ekraf) dengan memanfaatkan limbah pipa PVC.

Meskipun bahan baku utama pembuatan bermacam produk rumah tangga dan aksesoris itu harus dibeli dari para pengepul barang bekas, namun hasilnya tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena hasilnya cukup rapi dan menarik, yang tentu saja bernilai ekonomi.

Untuk tahap awal ini, dikatakan pemuda setempat Rahmat Sukendar kepada Bogor24.id, Rabu (6/10/2021), pihaknya baru sebatas membuat aneka hiasan rumah lampu. Mulai dari model gantung, ditempel di dinding sampai di taruh di meja.


"Karena ini juga kita baru mulai, makanya untuk produk kita masih fokus dulu di pembuatan hiasan rumah lampu. Selain karena terbatasnya modal, peralatan dan orangnya juga, pembuatan kerajinan ini sekaligus sebagai pembelajaran untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai seni," jelas Rahmat Sukendar.

Di tahapan saat ini juga, lanjutnya, ia dan beberapa pemuda lainnya terus bereksperiman dan berinovasi membuat varian rumah lampu serta meningkatkan keterampilan agar produk-produk yang dihasilkannya bisa menarik minat orang untuk membeli dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti mereka.

"Insya Allah meski perlahan kita optimis bisa menghasilkan produk ekraf yang berkualitas, harga yang kompetiitf dan tentu saja bisa meningkatkan perekonomian para pengrajinnya," harap Rahmat.


Untuk sementara ini, masih kata Rahmat, pihaknya baru mencoba memasarkan produknya dengan cara konvensional melalui relasi dan orang-orang terdekat. Setelah usaha tersebut berjalan stabil dengan permodalan dan pesanan yang mulai berjalan, barulah kemudian akan memanfaatkan tekonologi informasi.

"Setelah semuanya mulai rapi, stabil, perlahan kita pun pasti akan merambah digitalisasi sebagai media pemasarannya. Entah itu melalui media sosial, e-commerce atau membuat website. Dan saat ini pun kita terapkan pre-order. Jadi ada pembeli yang memesan baru dikerjakan," pungkasnya.

Mengenai harga produk-produknya, Rahmat menyebutkan berada di rentang Rp 60.000 hingga Rp 150.000 tergantung bentuk dan ukuran rumah lampu hias yang dipilih pembelinya. Sementara untuk pemesanan bisa melalui WhatsApp di nomor 085771696444.

Posting Komentar

0 Komentar