Ticker

6/recent/ticker-posts

Sampai Agustus, Realisasi Tender Barang dan Jasa di Kota Hujan Capai 70 Persen

(Foto: Istimewa)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Realisasi tender barang dan jasa di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga memasuki triwulan tiga tahun 2021 telah mencapai 110 paket atau 70 persen.

Kepala Bagian (Kabag) Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor Henny Nurliani mengatakan, berdasarkan rencana umum pengadaan per Agustus 2021 tercatat ada 159 paket yang harus ditender dan tersebar di OPD. Angka tersebut di luar Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Saat ini, kata Henny, proses tender yang sudah selesai tercatat ada 97 paket. Paket-paket itu sudah ada pemenangnya dan disampaikan ke OPD serta tahap pelaksanaan di OPD. Sementara untuk paket yang masih proses saat ini mulai dari tahap penawaran dan evaluasi tercatat ada 13 paket.

"Ada juga beberapa paket yang sudah disampaikan ke kita, tapi belum diproses tender atau tahap dikaji ulang oleh Pokja," ucap Henny, Jumat (17/9/2021).

Dia menyebutkan, sejauh ini ada tujuh paket yang gagal tender. Paket tersebut di antaranya kajian aksi daerah gas rumah kaca, kendaraan bermotor sampah, perencanaan controled landfill, konsultan pembangunan TPT Ciliwung, SD Negeri Pamoyanan dan SD Negeri Cibereum.

"Gagal lelang itu macam-macam. Ada yang gagal dikembalikan ke OPD, dikaji kembali atau seperti apa tindaklanjutnya. Ada juga yang dievaluasi PPK tidak jadi ditender, bisa menjadi PL atau tidak jadi ditender setelah dikaji ulang oleh PPK tidak cukup waktu pelaksanaan," paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, secara keseluruhan tender yang selesai dan proses totalnya ada 110 paket. Sedangkan yang belum proses tender dan tahap dikaji ulang oleh Pokja sekitar lima paket.

"Jadi paket tender yang sudah selesai sesuai dengan nilai kontrak sebesar Rp 172 miliar," jelas Henny.

Untuk tahun ini, masih kata Henny, ada lima paket tender yang memiliki pagu anggaran tinggi. Yakni pembangunan Masjid Agung Rp 32 miliar, peningkatan Jalan Suryakancana Rp 30 miliar, Alun-alun Kota Bogor dan gedung perpustakaan masing-masing Rp 14 miliar dan pembangunan lanjutan sekolah satu atap Rp 11 miliar.

Henny juga menuturkan, tugas BPJ saat ini tidak hanya tender saja, namun melakukan pembinaan untuk pelaku pengadaan yang diadakan bersamaan dengan sosialisasi. Tahun ini ada 15 kegiatan sosialisasi yang diadakan BPJ.

"Disamping itu, kita juga dinilai oleh pusat berkenan dengan tingkat kematangan setiap tahunnya yang diharuskan level tiga dan saat ini kita masih level 2," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar