Ticker

6/recent/ticker-posts

Sah! Ojol Dilarang Mangkal di 6 Lokasi Kota Bogor

(Foto-foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: M. Sopiyan
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi melarang para driver ojek online (ojol) untuk mangkal di enam titik ruas jalan utama yang dijadikan Kawasan Bebas Ojol. Yaitu di seputar kawasan (jalur) Sistem Satu Arah (SSA) Jalan Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jalak Harupat, Jalan Kapten Muslihat dan Jalan Paledang (50 Meter dari Simpang Kalan Kapten Muslihat).

Dasar hukum kebijakan itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) PM 12 Yahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang menyebutkan soal mengatur keteraturan untuk pengemudi dan aplikator dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Salah satunya adalah pengemudi dilarang mangkal di sembarang tempat.

Kemudian dengan merujuk pada Peraturan Wali Kota Bogor (Perwali) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pengawasan dan Pengendalian Bagi Kendaraan Roda Dua yang Menggunakan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi di Kota Bogor.

Selanjutnya mengacu pada Surat keputusan (SK) Wali Kota Bogor Nomor 665/KEP.445-DISHUB/2021 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Pengendalian Bagi Kendaraan Roda Dua yang Menggunakan Aplikasi Berbasis Teknologi Informasi di Kota Bogor.

Terakhir, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Serta Perlindungan Masyarakat (Trantibum).


Kepala Bidang (Kabid) Angkutan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor RA. Mulyadi mengatakan, pihaknya melakukan tahap sosialisasi dan pemasangan spanduk di enam titik.

“Hari ini kami masih tahap sosialisasi dengan memasang spanduk di enam titik. Kami juga langsung menegur ojek online yang kedapatan mangkal," katanya, Senin (13/9/2021).

Karena, dasarnya Perda Trantibum, Mulyadi menyebutkan sanksinya berupa teguran lisan, teguran tertulis, denda administratif dan atau sanksi sosial.

Selain itu, Dishub juga akan memberikan informasi kepada pihak pengelola ojol mengenai pengemudi yang melakukan pelanggaran untuk diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perusahaan. Sementara untuk pengawasannya, pihaknya akan rutin melakukan patroli keliling dengan petugas gabungan.

"Hingga empat hari ke depan kami akan lakukan sosialisasi sekaligus patroli untuk menjalankan kebijakan ini," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar