Ticker

6/recent/ticker-posts

Ini 3 Tempat Wisata di Kabupaten Bogor yang Boleh Dibuka


(Dok. Bogor24.id)


Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.


BOGOR, Bogor24.id -- Relaksasi atau pelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali terbaru yang mulai berlaku 21 September hingga 4 Oktober mendatang, pemerintah mengizinkan tempat-tempat wisata yang berada di daerah dengan level tiga dan level dua untuk dibuka.

Pembukaan tempat-tempat wisata itu dengan sejumlah persyaratan yang harus dipatuhi oleh pihak pengelola dan kebijakan pemerintah daerah masing-masing, dan salah satu daerah yang mendapatkan relaksasi di sektor pariwisata ini adalah Kabupaten Bogor.

Seperti yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor Titi Sugiarti, Kamis (23/9/2021), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor baru diperbolehkan membuka tiga tempat wisata saja.

Ketiga destinasi tujuan wisata itu meliputi Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, The Jungle Land di Babakan Madang, dan Taman Buah Mekarsari di Cileungsi.

“Jadi ada tiga (tempat wisata) yang keluar rekomendasinya, itu pun hanya wisata konservasinya yang dibolehkan buka. Kalau wahana lainnya belum boleh,” kata Titi.

Sementara itu Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin menerangkan, aturan mengenai operasional wisata konservasi hewan dan tumbuhan tersebut tercantum dalam Keputusan Bupati Bogor Nomor 443/424/Kpts/Per-UU/2021 tentang Perpanjangan Keempat PPKM Tingkat 3 yang berlaku pada 21 September-4 Oktober 2021.

Di dalam Keputusan Bupati itu juga mengatur bahwa wisata alam, desa wisata beserta fasilitas penunjangnya ditutup sementara. Kemudian wahana permainan dalam ruangan dan luar ruangan pun ditutup sementara.

Kemudian tempat penginapan diperbolehkan buka dengan syarat menerima pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat dan menerapkan protokol kesehatan dengan menunjukkan hasil tes antigen negatif dari pemeriksaan paling lama H-1.

Dikatakan bupati, aturan-aturan di dalam Keputusan Bupati itu menyesuaikan aturan yang diberikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Setiap yang masuk lokasi wisata wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Semua wajib mengikuti aturan sesuai yang telah ditetapkan,” tegas Ade Munawaroh Yasin.

Ada pun rekomendasi mengenai izin tempat wisata yang diperbolehkan buka itu dikeluarkan langsung oleh Kemparekraf dengan menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dilakukan dan dipatuhi baik oleh pengelola wisata maupun pengunjung.

Di antaranya soal aturan mengenai jumlah pengunjung di tempat wisata yang dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas yang ada dan hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB. Termasuk diwajibkannya penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Posting Komentar

0 Komentar