Ticker

6/recent/ticker-posts

Dua Kali Refocusing, APBD Perubahan Kota Bogor Jadi Rp 2,9 Triliun

(Foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Devina Putri
Editor: Donni Andriawan S.

TANAH SAREAL, Bogor24.id -- Hngga saat ini APBD 2021 Kota Bogor telah mengalami dua kali refocusing sesuai amanat Peraturan Perundangan-undangan. Yaitu untuk penanganan Covid-19 dan Bantuan Tidak Terduga (BTT) dengan total jumlah keduanya hingga mencapai Rp 117 miliar.

Hal itu terungkap dalam rapat paripurna penetapan perubahan Kebijakan Umum APBD Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) Tahun 2021 di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (16/9/2021).

"Yang pertama, refocusing APBD untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 87 miliar. Lalu yang kedua untuk penanganan Covid-19 dan kebutuhan BTT untuk penanganan bencana lainnya sebesar Rp 30 miliar," jelas Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Bima Arya juga menerangkan, dalam Perubahan KUA/PPAS, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 2,5 triliun atau naik Rp 303 miliar dari APBD murni Tahun 2021. Sedangkan perubahan belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 2,9 triliun atau naik Rp 374 miliar.

Kemudian perubahan pembiayaan ditetapkan sebesar Rp 359 miliar atau naik Rp 71 miliar dari APBD murni Tahun 2021. Sehingga pada tahun ini Pemkot Bogor mengalokasikan dana untuk penanganan Covid-19 yang meliputi berbagai hal.


"Pertama, sektor kesehatan untuk fasilitasi vaksinasi Covid-19, stimulus pemulihan ekonomi dan bantuan intervensi Jaring Pengaman Sosial (JPS)," ucapnya.

Khusus untuk pengelolaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM), ia menyebutkan sebagian besar dialokasikan untuk bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi warga miskin yang besarnya mencapai Rp 92 miliar.

Kembali mengenai perubahan KUA/PPAS, Bima Arya menuturkan atas dasar pencatatan pendapatan transfer pusat dan daerah. Sehingga pada tahun ini tercatat Pemkot Bogor telah mendapatkan beberapa dana transfer dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

Pertama adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar Rp 189,6 miliar untuk membiayai pembangunan di berbagai sektor. Lantas yang kedua Bantuan Keuangan (Bankeu) dan hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 204,8 miliar, di antaranya untuk pembangunan Alun-alun Kota Bogor. 

Posting Komentar

0 Komentar