Ticker

6/recent/ticker-posts

Bikin Kisruh, Warga Bojong Koneng Tolak Ormas dari Luar

(Foto: Istimewa)


Penulis: Yudi Effriadi

Editor: Donni Andriawan S.

BABAKAN MADANG, Bogor24.id -- Warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor resah dengan makin maraknya pembangunan vila-vila ilegal. Selain tak berizin, bangunan-bangunan tersebut berdiri tak tertata di atas lahan milik PT Sentul City (SC) Tbk sebagai pemegang izin lokasi dan sertifikat tanah.


PT SC sebagai pengembang yang berbasis komunitas bersinergi dengan masyarakat setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun para spekulan yang memiliki vila ilegal justru menambah keresahan bagi warga setempat, apalagi diduga mendatangkan ormas-ormas dari luar dengan dalih mengamankan vila-vila mereka dan sering memprovokasi warga.

“Yang ribut-ribut itu kan spekulan berdasi. Mereka kerahkan ormas dan menyewa pengacara segala macam. Kami menolak kehadiran ormas yang telah membuat keributan di desa kami,” ungkap Halim, Ketua RW 09 Desa Bojong Koneng, dalam keterangan persnya, Sabtu (4/9/2021).

Menurut dia, pihaknya telah memasang spanduk-spanduk protes kepada para pemilik vila liar tersebut yang sengaja  mengerahkan ormas untuk membuat kisruh.

“Kita warga di sini damai-damai saja. Justru ketenangan kami terusik karena mereka datangkan orang luar ke kampung kami. Itu yang buat kami marah,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua RW 11 Kampung Gunung Batu Kidul, Oman. Disebutkannya, bahwa masalah yang terjadi bukan antara PT SC dengan warga setempat. Tapi terhadap para spekulan yang memanfaatkan petani penggarap asli untuk mengambil alih hak garap dan diam-diam menduduki tanpa izin dengan tanpa hak di lokasi milik PT SC dengan tujuan memiliki dan menguasai tanah dan kini telah membangun vila-vila ilegal.

“Perusahaan (PT SC) dengan kami tidak ada masalah. Yang bikin masalah itu mereka yang mengaku pemilik tanah bawa-bawa ormas dan juga sewa pengacara cari sensasi membuat provokasi seolah ada keributan di video dan diviralkan,” jelas Oman.

Apalagi, lanjutnya, warga mendukung program PT SC yang sudah berjalan. Yaitu kegiatan kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa sekitar dalam bentuk kegiatan Ladang Pahala SC Peduli, pembagian bingkisan yang rutin diselenggarakan selama hampir 1,5 tahun terakhir di masa pandemi ini.

Kegiatan “Sentul City Peduli Sesama” ini berupa pemberikan bantuan 100 paket sembako, Jumat, (3/9/2021). Bantuan itu diperuntukan bagi warga yang tinggal di empat RW Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Bantuan tersebut diserahkan kepada para ketua RT dan RW setempat yang kemudian dibagikan langsung kepada warga di wilayah masing-masing.

Seperti penuturan Ketua RW 10 Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, H Imay, bantuan yang diterima warganya dari PT SC bukan kali pertama. Selain bantuan paket sembako, imbuhnya, PT SC juga turut membantu perekonomian warga dengan memberikan kesempatan pekerjaan bagi masyarakat di wilayahnya.

"Alhamdulillah ini sudah kesekian kalinya  Sentul City memberikan bantuan. Kami merasakan langsung keberadaan Sentul City, sungguh sangat membantu warga dan mengurangi pengangguran di desa kami. Bulan Agustus juga baru saja PT SC menyelenggarakan vaksin gratis bagi warga, dan enam ribuan warga telah tervaksin. Yang menarik, PT SC juga memberikan bingkisan kepada warga setelah pulang dari vaksin. Alhamdullillah terima kasih kepada Pak Camat, Ibu Bupati dan juga PT SC", ucapnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar