Ticker

6/recent/ticker-posts

Bahas Trem di Kota Bogor, Ini Kata Erick Thohir

(Foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Donni Andriawan S.

BALAI KOTA, Bogor24.id -- Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bahwa pelayanan transportasi kepada masyarakat harus diberikan dengan sebaik-baiknya. Pemerintah daerah jangan terjebak pada persoalan pandemi Covid-19.

Pernyataannya itu disampaikannya saat bertemu dengan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Sabtu (13/9/2021) akhir pekan kemarin, di Balai Kota Bogor.

“Kita jangan terjebak hanya covid terus. Tadi Pak Wali Kota memaparkan bagaimana Trem Pakuan, itu bagian dari investasi pascacovid. Karena kenapa? Transportasi masyarakat harus dilayani sebaik-baiknya. Dan Pak Wali Kota ingin memastikan juga bagaimana masyarakat dari Jakarta ke Bogor atau sebaliknya bisa mudah. Nantinya menyambungkan antara LRT dan trem,” Jelas Erick.

Dia pun mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor, khususnya terkait pembangunan infrastruktur.

“Jadi, saya sangat mendukung terobosan yang diberikan Pak Wali Kota bagaimana transportasi untuk pelayan publik kita sinergikan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Saya langsung menyambut baik. Apalagi kami di kementerian BUMN ditugaskan bangun LRT. Saya rasa sudah seyogyanya LRT itu terus bersambung kepada trem yang akan dibangun di Kota Bogor ini,” pungkasnya.

Sebelumnya Wali Kota Bogor Bima Arya telah memaparkan soal trem kepada Erick Thohir. Di antaranya ia melaporkan soal anggaran dan kelembagaannya.

“Saya laporkan ke Pak Menteri, bahwa feasibility study (studi kelayakan) soal trem sudah selesai, angkanya sudah jelas, konsepnya sudah matang. Tinggal dua hal lagi, pertama pendanaan dan yang kedua kelembagaannya seperti apa,” terang Bima Arya.

Ia menyebut bahwa Pemerintah Kota Bogor siap untuk membangun komunikasi dengan semua.

"Saya juga akan laporkan segera ke Pak Presiden, dan Pak Menteri tadi sarankan untuk melakukan pertemuan dengan presiden dan menteri terkait untuk melakukan akselerasi. Karena angkanya Rp 1,6 triliun, tidak kecil memang. Tapi bukan berarti tidak mungkin sejauh kita bisa membangun komunikasi dengan semua,” ujar Bima.

Posting Komentar

0 Komentar