Ticker

6/recent/ticker-posts

Vaksinasi, Antara Kesehatan dan Syarat Bepergian

(Foto: Istimewa)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Program vaksinasi yang dilakukan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah sampai saat ini terus berjalan. Mulai anak-anak usia minimal 12 tahun sampai 18 tahun hingga kalangan lanjut usia (lansia) sampai sejauh ini menjadi target dalam langkah untuk menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok).

Upaya ini bahkan di banyak daerah antusias disambut masyarakat, bahkan hingga terjadinya antrean panjang dan kerumunan warga lantaran keterbatasan kuota dan jumlah vaksin yang tersedia. Tak terkecuali di Kota Bogor.

Langkah vaksinasi yang dilakukan Kota Bogor, sama halnya dengan daerah lain di Indonesia, di antaranya dengan mencoba memberikan akses dan cara pendaftaran semudah dan sesederhana mungkin yang salah satunya dengan lokasi atau tempat-tempat yang yang mudah dijangkau masyarakat.

Ragam argumen masyarakat pun turut mewarnai antusiasme atas keinginan untuk divaksin. Namun, secara garis besar diketahui setidaknya terdapat dua alasan terbanyak mereka untuk mau divaksin, yaitu kesadaran akan faktor kesehatan dan alasan kebutuhan untuk menunjang aktivitas mereka nantinya.

Sebab, seperti diketahui jika belakangan ini sempat ramai wacana soal perlunya surat atau sertifikat vaksinasi sebagai syarat untuk melakukan aktivitas. Seperti yang santer terdengar di antaranya mengenai syarat masuk ke mal dan destinasi wisata yang mengharuskan adanya surat atau sertifikat vaksinasi, minimal dosis pertama.

Kedua argumen warga di atas diperoleh Bogor24.id saat memantau lokasi vaksinasi yang bertempat di SD Negeri Bojongkerta, Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Selasa (10/8/2021).


(Foto: Dok. Prokompim Kota Bogor)


Sejumlah warga yang tengah mengantre untuk mendapatkan giliran divaksin itu mengungkapkan, karena mereka membutuhkannya untuk memudahkan mobilitas dan aktivitas sehari-hari maupun untuk keperluan lainnya.

"Karena, yang kita tahu seperti itu kabar-kabar yang beredar. Nanti kemana-mana harus punya surat vaksin. Daripada nanti malah repot dan susah, jadi sekarang ikut divaksin," ungkap Rahmat, warga yang mengaku tinggal di wilayah Harjasari.

Hal senada disebutkan Prihatini, warga lainnya. Kepada Bogor24.id, ia pun mengakui mau divaksin lantaran dirinya yang kerap harus ke luar kota untuk urusan usahanya. Sehingga rela mengantre sejak pagi supaya mendapatkan nomor antrean awal.

"Kan, sekarang yang saya tahu kayak begitu. Kemana-mana pasti yang ditanyain surat vaksin sama hasil tes Covid-19. Apalagi saya sering pergi keluar kota, jadi mau nggak mau mesti punya (surat vaksin) juga," tuturnya.

Sementara itu, hanya sedikit saja warga yang beralasan soal kesehatan mengapa dirinya ingin divaksin. Mengenai hal ini, bisa dikatakan hanya orang-orang tertentu saja yang benar-benar memahami dan menganggap pentingnya vaksinasi sebagai perlindungan diri meningkatkan imunitas tubuh dan membentuk kekebalan komunitas.

Posting Komentar

0 Komentar