Ticker

6/recent/ticker-posts

Perayaan "Agustusan" Euforia yang Mengancam Keselamatan

Perlombaan "agutusan" sebelum masa pandemi. (Foto: Dok. Bogor24.id)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Dalam rangka menyambut peringatan HUT RI 17 Agustus, setiap tahunnya selalu dirayakan penuh sukacita oleh seluruh lapisan masyarakat. Umumnya mereka akan menggelar beragam perlombaan khas "agustusan" dengan peserta mulai dari anak-anak, dewasa hingga ibu-ibu.

Euforia tersebut sangat berbeda selama dua tahun terakhir ini lantaran adanya pandemi Covid-19 yang telah membuat kegembiraan rakyat Indonesia mendadak sirna, ini dikarenakan adanya larangan dari pemerintah untuk menggelar berbagai rangkaian acara demi menghindari terjadinya kerumunan dan potensi penyebaran virus asal Cina itu.

Namun sayangnya, masih ada saja pihak-pihak yang tetap memaksakan diri untuk dapat menghelat tradisi tersebut meskipun kondisi secara umum belum memungkinkan. Bahkan ironisnya justru disetujui dan bahkan diinisiasi oleh para pengurus di wilayah dengan alasan hanya sekadar hiburan untuk warganya dan tanpa diikuti atau melibatkan orang luar sehingga potensi penyebaran Covid-19 diyakini akan bisa diminimalisir.

Padahal pemerintah sudah dengan tegas melarang adanya perayaan, bahkan untuk upacara peringatan HUT RI sekali pun dilakukan secara sederhana dengan peserta yang cukup terbatas dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat.

Soal larangan ini pun telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yaitu melalui Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor: 003.1/4191 - Bag Pem tentang Pedoman Teknis Peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 tertanggal 12 Agustus 2021.

Dikeluarkannya surat edaran di atas berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 0031/4297/SJ tanggal 10 Agustus 2021 tentang Pedoman Teknis Peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 dan mengingat kondisi Covid-19.

Di dalam Surat Edaran Wali Kota Bogor itu disebutkan dengab jelas dan tegas bahwa, perayaan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2021 agar dilaksanakan secara sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan atas peringatan hari bersejarah bagi negara Republik Indonesia. Untuk kegiatan seremonial dilaksanakan maksimal 30 orang dengan prokes yang ketat.

Poin selanjutnya disebutkan pula jika pelaksanaan seremonial menggunakan teknologi informatika atau melalui media virtual. Poin berikutnya yang tak kalah pentingnya adalah mengenai tidak diadakannya perlombaan, hiburan, pesta atau permainan rakyat dan kegiatan sejenis lainnya yang berpotensi terjadinya kerumunan yang dapat menimbulkan penularan Covid-19.

Terakhir, di dalam surat edaran tersebut dicantumkan bahwa pelaksanaan perlombaan dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informatika atau melalui media virtual.

Walaupun perayaan ini belum ditunjukkan dan digelar di wilayah-wilayah khususnya di Kota Bogor, namun ada baiknya supaya dilakukan monitoring oleh aparatur pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menghindari dan mengantisipasi terjadinya ledakan kasus dan klaster baru Covid-19. Apalagi bila melihat kondisi belakangan ini yang sudah mulai terkendali, jangan sampai menjadi sia-sia lantaran adanya peningkatan jumlah kasus baru dan kematian pasien Covid-19.

Alangkah bijaknya bila merayakan dan menyambut HUT RI kali ini dengan melakukan beragam hal yang dapat memberikan dampak positif lainnya tanpa kehilangan makna yang sesungguhnya di hari bersejarah bangsa ini. Misal dengan melakukan aksi sosial memberikan donasi untuk warga kurang mampu yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi.

Posting Komentar

0 Komentar