Ticker

6/recent/ticker-posts

Mereka yang Kehilangan Pekerjaan, Kelaparan Hingga Kerja Serabutan Demi Bertahan Hidup

(Foto: Dok. Bogor24.id)



Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Seperti sudah menjadi cerita yang umum terjadi di tengah masyarakat khususnya mereka kaum marjinal, bahwa pandemi tidak saja sebagai sebuah wabah yang menakutkan. Tapi pandemi lebih dari itu, lantaran menjadi malapetaka terutama bagi perekonomiannya.

Karena bagaimana tidak, jutaaan tenaga kerja terpaksa harus kehilangan pekerjaan karena di tempat mereka selama ini mencari nafkah dilakukan pemberhentian kerja secara massal (Pemutusan Hubungan Kerja/PHK) sebagai dampak maha dahsyatnya serangan pandemi.

Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya mengalami depresi, stres. Namun banyak juga yang beruntung masih bisa bertahan dan berupaya sekuat tenaga mencari sumber pendapatan baru untuk mempertahankan hidup.

Entah itu dengan mencoba merintis usaha skala kecil di rumah, hingga terpaksa bekerja serabutan untuk sekadar dapat bertahan hidup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semua dilakoni hanya dengan satu tujuan, bertahan di tengah badai pandemi.

Kenyataan di atas tidak bisa dipungkiri dan banyak ditemukan di sekeliling kita, fakta yang sangat miris dan sangat menyentuh siapapun yang melihat dan mendengar langsung kisah para "korban pandemi" itu. Bahwa untuk sekadar bisa makan pun mereka sudah sangat bersyukur. Lupakan untuk kebutuhan lain yang sifatnya sekunder macam kebutuhan akan pakaian yang layak atau memamerkan saldo rekening tabungan seperti yang belakangan viral dipertontonkan di media sosial oleh kalangan jetset hingga pesohor tanah air.

Ragam fakta di atas jelas menjadi sebuah pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, tak terkecuali di Kota Bogor. Di satu sisi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun sama seperti kebanyakan daerah lainnya kini lebih fokus terhadap penanganan penyebaran Covid-19 dan melakukan vaksinasi untuk membetuk kekebalan komunitas (herd immunity), namun di sisi lain jangan lupakan juga akan kebutuhan pokok warganya yang selama ini begitu kesulitan untuk dapat memenuhinya.

Bantuan sosial yang selama ini dikucurkan kebanyakan adalah berupa bantuan pangan. Entah itu paket sembako, beras atau nasi bungkus. Namun yang harus dicatat bahwa masih ada kebutuhan mendasar lainnya yang mesti juga diperhatikan dan diberikan Pemkot Bogor kepada warganya.

Meskipun tidak bisa dilupakan juga adanya bantuan sosial berupa uang tunai, namun sayang nilainya masih terbilang kecil dan belum mencakup seluruh masyarakat kelas bawah yang "terkapar" tidak memiliki saldo rekening fantastis seperti dalam review di media sosial para "sultan" dan pesohor Indonesia.

Mengapa? Karena kaum lemah ini masih mempunyai kewajiban dan kebutuhan harian hingga bulanan yang harus tetap dipenuhi.. Ini meliputi tagihan pembayaran listrik, tagihan pembayaran rekening air minum, tagihan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), membeli gas untuk kebutuhan memasak sampai membayar biaya sekolah anak-anaknya. Karena semua pengeluaran di atas tidak bisa ditunda atau mendapat relaksasi dari para pemangku kepentingan.

Rasanya tidak berlebihan bila warga kurang mampu ini turut mendapatkan perhatian dan bantuan nyata dari para pemimpinnya, bukan terbatas pada kalangan dunia usaha saja yang bisa memperoleh kebijakan relaksiasi dan sejenisnya itu.

Wajar bila akhirnya seperti di banyak daerah berkibar "bendera putih" yang dilakukan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), di mana warna bendera itu sebagai simbol mereka menyerah akan keadaan sulit di masa pandemi ini.

Bukan tidak mungkin pula bila nanti justru akan banyak berkibar "bendera kuning", bendera di kalangan umat muslim yang dikenal sebagai simbol atau pertanda adanya seseorang yang meninggal dunia. Itu karena banyaknya warga yang mati keleparan sampai stres sehingga mengakhiri hidupnya. Bukan menemui ajalnya oleh virus Covid-19.

Semoga semua kisah miris di atas dapat perlahan terhapus, pandemi segera berlalu dan pemerintah pun bukan hanya getol melakukan vaksinasi dan penanganan penyebaran kasus baru, namun juga getol memberikan bantuan sosial kepada seluruh warganya yang masuk ke dalam kategori layak mendapatkan perhatian dan bantuan nyata.

Posting Komentar

0 Komentar