Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal Apa Itu Marka Jalan dan Fungsinya

(Foto: Source Google/Adiguna Karya Persada)



Penulis: M. Sopiyan
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id -- Untuk kenyamanan dan keamanan semua pengendara termasuk pejalan kaki, di jalan raya banyak ditemui simbol-simbol lalu lintas yang sengaja dibuat atau dipasang oleh dinas terkait. Di antaranya adalah marka jalan dan rambu lalu lintas.

Namun meski keduanya sering dilihat, tapi sayangnya masih banyak pengendara atau pengguna mobil dan motor yang belum mengerti atau mengetahui fungsi dan kegunaannya.

Khusus untuk di artikel kali ini, Bogor24.id sengaja akan mengupas terlebih dulu soal marka jalan. Apalagi marka jalan ini bagian dari rambu lalu lintas yang biasanya bisa berupa gambar garis melintang, membujur atau serong yang letaknya berada di bawah atau tepatnya di permukaan jalan baik aspal maupun beton.

Mengingat pentingnya kegunaan marka jalan ini, maka sudah dicantumkan di dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 67 Tahun 2018. Sebab, keberadaannya untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan di jalan.

Berikut adalah beberapa marka jalan yang patut Anda ketahui:

1. Marka membujur utuh

Marka jalan membujur utuh adalah tanda lalu lintas berupa garis lurus yang tergambar di tengah-tengah permukaan jalan raya.

Fungsinya, bila berada di tengah jalan ialah sebagai larangan bagi kendaraan untuk melintasi garis tersebut atau pun sebagai pembagi lajur kendaraan.

Namun, bila letaknya di tepi jalan, maka fungsinya adalah sebagai tanda peringatan tepi jalur lalu lintas. Makna garis putih lurus adalah pengendara tidak diperbolehkan mendahului kendaraan lain dan tetap berada di jalurnya masing-masing.

2. Marka putih membujur putus-putus

Di samping marka garis lurus utuh, ada pula marka membujur garis putus-putus. Fungsi dari rambu-rambu di permukaan jalan raya ini adalah sebagai pembatas dan pembagi jalur, peringatan adanya marka membujur garis utuh di depan dan pengarah lalu lintas.

Fungsi marka putus-putus ini terkadang dapat pula digantikan sementara oleh kerucut lalu lintas (cone).

Bila pengendara menemukan garis bujur putih putus-putus tergambar di tengah jalan raya, itu artinya Anda boleh mendahului kendaraan lain yang berada di depan. Tetapi, tetap harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas dari arah berlawanan untuk menghindari risiko benturan atau tabrakan.

3. Marka putih membujur ganda utuh dan putus-putus

Marka jalan garis utuh dan putus-putus seringnya ditemukan di jalanan perkotaan. Bila pengendara menemukan rambu-rambu ini, maka artinya bisa dua hal.

Pertama, bila Anda mengendarai di sisi garis putus-putus, maka mobil yang dikendarai boleh pindah jalur ke sisi sebelahnya.

Kedua, bila posisi mobil ada di sisi garis putih lurus utuh, artinya Anda tidak boleh berpindah jalur dan melintasi garis ganda tersebut.

4. Marka putih membujur ganda utuh

Garis membujur ganda utuh biasanya digunakan untuk mengatur lalu lintas kendaraan di rute utama lintas kota Indonesia.

Penggunaan garis ganda utuh ini adalah sebagai tanda bahwa kendaraan dari dua lajur berlawanan tidak boleh melintasi garis ganda tersebut.

Itu berarti, baik dari mana pun sisi Anda mengendara tidak diizinkan sama sekali untuk menyalip kendaraan depan dan tetap berada di jalur yang sekarang ditempati.

5. Marka putih melintang garis utuh

Di samping marka jalan membujur, ada pula marka melintang yang juga jadi tanda rambu-rambu lalu lintas. Fungsi dari marka melintang utuh ini bisa untuk beberapa hal.

Misalnya, garis utuh melintang sebagai tanda area penyeberangan jalan atau zebra cross dan rambu berhenti.

Bila Anda menemukan garis melintang di lampu rambu-rambu lalu lintas, itu berarti adalah garis henti di zebra cross sehingga mobil harus berhenti sebelum garis tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar