Ticker

6/recent/ticker-posts

Mal di Kota Bogor Belum Diizinkan Operasional

(Foto: Istimewa)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang belum diizinkan pemerintah pusat untuk diikutsertakan dalam uji coba operasional pusat perbelanjaan.

Untuk itu, menjelang berakhirnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Bogor, Ganjar Gunawan berharap agar Kota Bogor menjadi daerah yang diikutsertakan dalam uji coba operasional pusat perbelanjaan.

“Pada prinsipnya kita menunggu Inmendagri terbaru. Pemkot Bogor tetap berusaha agar Kota Bogor masuk dalam daerah yang diujicobakan operasional pusat perbelanjaan. Kami terus berkomunikasi, berkoordinasi dan bernegosiasi dengan pusat,” kata Ganjar Gunawan saat dialog dengan para pengelola pusat perbelanjaan dan ritel Kota Bogor secara virtual, Minggu (22/8/2021).

Sambil menunggu kelanjutan Inmendagri, kepada para pengelola pusat perbelanjaan atau ritel, Ganjar menyampaikan beberapa hal yang mendukung agar Kota Bogor masuk dalam daerah yang diizinkan untuk uji coba operasional pusat perbelanjaan.

Di antaranya mengajak para pengelola mal maupun usaha ritel di Kota Bogor untuk sama-sama berjuang agar Kota Bogor masuk ke level tiga, sehingga masuk daerah yang diizinkan untuk uji coba operasional pusat perbelanjaan.

Dia juga meminta untuk tetap bersabar dan memanfaatkan waktu yang ada untuk memaksimalkan persiapan-persiapan yang bisa dilakukan. Seperti sarana prasarana protokol kesehatan dan semua hal pendukungnya, termasuk aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, dirinya menyarankan agar para pengelola mal maupun ritel segera berkoordinasi dengan pengurus asosiasi agar segera mendapatkan QR atau barcode aplikasi PeduliLindungi.

“Waktu yang ada manfaatkan untuk menggencarkan informasi aplikasi PeduliLindungi kepada para konsumennya melalui kanal informasi sosial media yang dimiliki. Beri pemahaman kepada para konsumen. Jadi toko prepare (menyiapkan), konsumennya juga prepare,” ungkap Ganjar.

Terakhir Ganjar juga meminta agar pengelola pusat perbelanjaan dan ritel memiliki strategi untuk mengantisipasi potensi dinamika yang mungkin muncul jika nantinya Kota Bogor masuk dalam daerah yang diizinkan untuk uji coba pembukaan pusat perbelanjaan.

Posting Komentar

0 Komentar