Ticker

6/recent/ticker-posts

Kota Bogor Level 3 PPKM, Relaksasi di Mal hingga Sekolah Tatap Muka

(Foto-foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Kota Bogor bersama wilayah aglomerasi Jabodetabek telah mengalami penurunan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level 3. Artinya, sejumlah sektor pada level ini direlaksasi mulai dari tempat ibadah, pusat perbelanjaan hingga sekolah tatap muka bisa diselenggarakan. Tapi tentunya masih terbatas dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Wali Kota Bogor Bima Arya, Rabu (25/8/2021) mengungkapkan, Satgas Covid-19 telah menggelar rapat koordinasi mengenai langkah-langkah terkait dengan penurunan status Kota Bogor dari sebelumnya level 4 menjadi level 3.

“Mal sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 50 persen (hingga jam 20.00 WIB). Kami sosialisasikan terus aplikasi Peduli Lindungi. Besok, Satgas akan cek operasionalisasi di mal-mal. Bukan saja terkait aplikasinya, QR code-nya, tetapi juga fasilitas penunjang seperti utilitas dan berbagai macam infrastruktur pendukung. Agar mal tersebut tetap aman untuk beroperasi,” ungkap Bima Arya.

Restoran dan kafe diperbolehkan untuk melayani makan di tempat (dine in) dengan kapasitas 25 persen, dua orang per meja dan jam operasional sampai pukul 20.00 WIB.

“Pelonggaran ekonomi ini kami harapkan bisa memberi nafas bagi warga yang betul-betul sulit untuk bernafas seperti pekerja harian, buruh lepas dan sebagainya. Tetapi tetap kita tidak akan kendorkan pengawasan prokesnya,” jelas Bima.


Ia melanjutkan, untuk tempat ibadah boleh digunakan untuk kegiatan ibadah dengan kapasitas 50 persen atau maksimal 50 orang.

"Tempat ibadah juga diperbolehkan dengan pembatasan dan protokol kesehatan. Saya minta camat, lurah berkomunikasi dengan para tokoh agama, DKM, DMI, untuk memastikan prokes tadi,” kata Bima.

Sektor lainnya yang diberikan relaksasi adalah pendidikan. Merujuk Inmendagri Nomor 35 Tahun 2021, pelaksanaan pembelajaran bisa dilakukan dengan tatap muka terbatas dengan maksimal kapasitas 50 persen.

“Saya perintahkan kepada Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan dua opsi. Apakah kita menunggu untuk pelajar 100 persen vaksin atau opsi kedua, sekolah yang sudah tervaksinasi 100 persen bisa menyelenggarakan tatap muka,” ujar Bima.

Lebih lanjut ia menerangkan, penurunan status yang diiringi dengan memungkinannya sekolah tatap muka dengan kapasitas terbatas 50 persen harus disiapkan dari sekarang.

"Tinggal skemanya bagaimana. Satu sampai dua hari ini kami akan coba rapatkan dan kaji format mana yang lebih baik. Tapi pada prinsipnya adalah hanya ketika vaksin ini sudah maksimal, di sekolah sudah 100 persen,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar