Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketika Mal Jadi Obat Penawar Rindu

(Foto: Dok. Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id -- Tidak bisa dipungkiri jika masyarakat sudah teramat jenuh dengan situasi pandemi yang berkepanjangan ini. Sebab, dengan kondisi tersebut seolah mereka tak lagi memiliki kebebasan untuk melakukan beragam aktivitas lantaran "dipaksa" harus banyak berdiam diri di rumah.

Itu karena pemerintah membatasi kegiatan bekerja, bersekolah hingga beribadah. Belum lagi pembatasan lainnya seperti penutupan pusat perbelanjaan atau mal, yang praktis membuat sebagian masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan tidak bisa leluasa mengunjunginya. Apalagi tempat itu kerap menjadi lokasi favorit untuk melakukan beragam hal, dan terutama di saat akhir pekan.

Maka, ketika pemerintah perlahan mulai melonggarkan aturan dan kebijakannya di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini langsung disambut antusias masyarakat. Kendati untuk dapat mengunjunginya ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi seperti harus sudah divaksin (minimal dosis pertama), mengunduh aplikasi PeduliLindungi serta pengecekan suhu tubuh dan tentunya memakasi masker dua lapis.

Walau demikian, adanya kebijakan yang dikeluarkan manajemen atau para pengelola mal tidak lantas membuat surut masyarakat untuk dapat mengunjunginya. Itu lantaran mereka sudah sangat bosan dengan situasi selama ini. Orang-orang ingin jalan-jalan, ingin berbelanja atau sekadar makan di restoran favorit.

Dengan perilaku tersebut timbul kesan jika masyarakat begitu merindukan kehidupan seperti sedia kala sebelum pandemi, kerinduan akan kebebasan melakukan berbagai aktivitas dan termasuk rindu mengunjungi mal.

Tapi, yang harus dicatat dan wajib diingat bahwa agar dimana pun berada untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan menjalankan 5M. Memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak fisik, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Posting Komentar

0 Komentar