Ticker

6/recent/ticker-posts

Benarkah Jalan Beton Bikin Ban Cepat Aus?

(Foto: Dok. Bogor24.id)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id -- Permukaan jalan umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu aspal dan beton (cor semen). Kedua bahan baku tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Membahas soal permukaan jalan ini, ada anggapan di sebagian besar para pengendara atau pemilik mobil yang meyakini jika permukaan jalan dari beton akan membuat telapak ban menjadi lebih cepat aus ketimbang permukaan jalan yang berbahan aspal. Benarkah demikian?

Menurut penjelasan mekanik mobil di salah satu bengkel umum Kota Bogor, Iman bahwa anggapan tersebut tidak benar. Dikatakannya, jika keausan pada permukaan telapak ban dipengaruhi beberapa faktor dan tidak termasuk di dalamnya jalan beton.

"Karena ada beberapa faktor yang menjadi penyebab cepat ausnya ban kendaraan. Yaitu dari cara mengemudi, tekanan udara pada ban serta bobot kendaraan itu sendiri," papar Iman kepada Bogor24.id, Rabu (18/8/2021).

Telapak ban, kata Iman, akan mengalami keausan yang lebih cepat bisa dikarenakan cara mengemudi pengendara yang bersangkutan. Bila kendaraan dibawa atau dipacu secara agresif, zig-zag dan sering mengerem mendadak tentu akan membuat telapak ban cepat haus. Tapi, akan lain ceritanya bila kendaraan dipacu dalam kondisi normal.


"Jelas cara mengemudi yang agresif seperti itu akan sangat mempengaruhi keawetan ban. Bukan hanya jalan beton saja, jalan yang aspal relatif mulus juga pasti akan membuat telapak ban cepat aus atau botak," terang Iman.

Begitu halnya dengan cara mengemudi yang zig-zag atau mengerem mendadak, secara teori sama persis dengan mengemudi agresif. Di mana seluruh ban, terutama ban depan karena menjadi penentu arah kendaraan yang bekerja ekstra, akan sama-sama "tersiksa". Karena, seperti saat mengerem mendadak, ban akan dipaksa menghentikan laju kendaraan dengan keras.

"Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah tekanan udara ban. Jangan sampai ban kekurangan tekanan udaranya. Karena, seperti diketahui kalau ban kekurangan tekanan udaranya maka akan menekan lebih berat ke permukaan jalan. Belum ditambah lagi dengan bobot kendaraan termasuk penumpangnya," ujarnya seraya menambahkan ban yang kurang tekanan udara pun lebih berisiko mengalami pecah terutama saat dipacu dalam kecepatan tinggi.

Posting Komentar

0 Komentar