Ticker

6/recent/ticker-posts

Sulitnya Pasien Isoman Dapatkan Akses Kesehatan

(Foto: Dok. Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Choirol A Yani

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Meski dalam beberapa hari terakhir kasus positif Covid-19 maupun pasien yang sembuh atau sehat di Kota Bogor trennya menunjukkan kondisi membaik, namun masih banyak juga yang masih harus mendapatkan perawatan di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Tapi sayangnya, tidak sedikit pasien isoman yang kesulitan untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai. Seperti yang harus dialami salah satu pasien isoman di RT 002/008 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogot Selatan, Kota Bogor misalnya.

Adalah Yatini, seorang janda lansia yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan tes antigen mandiri di salah satu klinik 24 jam di kawasan Warung Nangka, Kabupaten Bogor, Rabu (21/7/2021), sangat kesulitan untuk mendapatkan tabung oksigen.

Padahal, seperti pengakuannya, ia mengalami gejala berat yang di antaranya kesulitan bernafas (sesak nafas). Dirinya membutuhkan oksigen dan alat bantu pernafasan, namun sayang tak kunjung mendapatkannya.

Menurut penuturan anaknya, Dian, ia sudah melaporkan kondisi ibunya tersebut kepada pengurus RT/RW setempat, Kamis (22/7/2021) siang, dengan harapan agar bisa segera mendapatkan pertolongan atau minimal mendapatkan pinjaman tabung oksigen. Tapi, ternyata tak membuahkan hasil.

"Ibu saya sudah mengeluh sesak nafas dari pagi, makanya kita keluarga langsung lapor ke Pak RT dan alhamdulillah langsung ditindaklanjuti sampai akhirnya dapat tabung oksigen dari kader di Kelurahan Harjasari. Tapi ternyata kosong, nggak ada isinya," keluh Dian.

Itu pun, imbuhnya, kondisi tabungnya tidak komplit. Karena tidak adanya regulator dan selang yang membuatnya terpaksa harus berkeliling dari satu apotek ke apotek lain untuk mendapatkan komponen tersebut.

"Sudah capek keliling setengah mati dan dapat barangnya, nggak tahunya pas mau dipakai ternyata kosong. Kasihan juga Pak RT sudah dari sore keliling cari tabung oksigen kesana-kesini, nggak tahunya malah dibohongin sama yang kasih pinjam," jelas Dian.

Mewakili keluarga dan pasien lainnya yang sama-sama sedang menjalani isoman khususnya di Kelurahan Harjasari, ia dengan tegas meminta kepada satgas mulai dari tingkat RW untuk dapat lebih responsif menanggapi laporan dan keluhan.

"Karena ini menyangkut nyawa seseorang, bukan main-main. Jadi tolong buat satgas supaya bisa lebih responsif begitu ada laporan yang masuk. Kita minta ambulans dan tabung oksigen saja susah, apalagi minta dirawat di rumah sakit," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar