Ticker

6/recent/ticker-posts

Selama PPKM Darurat, Tempat Wisata di Kota Bogor Tutup

Ilustrasi tempat wisata (gambar diambil sebelum masa pandemi). (Foto: Dok. Bogor24.id)



Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Seperti halnya di banyak daerah, seluruh tempat wisata di Kota Bogor pun harus tutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli - 20 Juli mendatang.

Ditutupnya tempat wisata itu sebagai bentuk dukungan sektor ini terhadap kebijakan pemerintah sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

“Dengan kebijakan pemerintah saat ini, semua sektor termasuk pariwisata harus mendukung dan harus ikut serta memahami itu dan melaksanakan. Makanya di sektor pariwisata sudah dari awal memberlakuan PPKM Darurat ini sudah menutup tempat-tempat wisata,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman, Senin (5/7/2021).

Selain itu, lanjutnya, operasional restoran juga sudah mulai melakukan pembatasan dan penyesuaian dengan tidak melakukan pelayanan dine in (makan di tempat), pelayanan pesan antar (delivery) dan pembatasan jam operasionalnya.

“Kemudian hotel juga sudah diperketat untuk kegiatan-kegiatan evennya. Kegiatan sosial budaya masyarakat sudah tidak diperkenankan dan resepsi pernikahan boleh, tetapi tamu undangannya hanya 30 orang,” papar Atep.

Meski PPKM Darurat ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap sektor pariwisata, namun ia menyebutkan jika secara umum para pelaku di sektor ini sudah memahami kondisi tersebut.

“Kami berharap mudah-mudahan sampai 20 Juli nanti bisa efektif menekan kembali tingkat laju positif Covid-19 di Kota Bogor khususnya, dan mulai ada pelonggaran lagi sehingga sektor pariwisata mulai bisa eksis lagi,” harapnya.

Atep mengklaim jika sudah hampir seratus persen para pelaku usaha di sektor pariwisata ini telah mengikuti aturan PPKM Darurat. Termasuk termasuk restoran, rumah makan, kafe dan coffee shop. Ini dikarenakan sering adanya penegakan aturan melalui kegiatan patroli yang dilakukan Satpol PP.

“Jadi sudah ada pemahaman soal itu. Jam 8 (malam) restoran, rumah makan dan kafe kan harus sudah tutup dan tidak ada dine in,” ucapnya.

Posting Komentar

0 Komentar