Ticker

6/recent/ticker-posts

Saat Urusan Perut Abaikan Semua Aturan

Sejumlah petugas sedang memindahkan tabung-tabung oksigen pemberian Krakatau Steel yang baru saja diambil langsung dari Cilegon untuk memasok kekosongan oksigen di rumah sakit Kota Bogor. (Foto-foto: Humas Kota Bogor)



Editor: Donni Andriawan S

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Selama beberapa waktu terakhir lonjakan kasus baru positif Covid-19 di Kota Bogor kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Meskipun kini tengah diberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, namun sayangnya tidak mengurangi jumlah warga yang terpapar.

Walaupun Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi mobilitas warga dan membendung lonjakan kasus baru positif, namun belum menunjukkan kemajuan berarti.

Setiap harinya ratusan warga terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 yang berimbas terhadap tingkat keterisian tempat tidur yang terus meningkat, tenaga kesehatan (nakes) yang jumlahnya terbatas "dipaksa" terus bekerja melayani dan merawat pasien, pasokan oksigen dan obat-obatan yang juga menipis hingga membuat Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor membuka tempat isolasi mandiri berbasis masyarakat yang diperuntukkan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG) dan yang bergejala ringan.

Semua hal itu sayangnya tidak dibarengi dengan kesadaran, kedisiplinan, kepedulian dan kepatuhan warga yang tidak sedikit masih abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Sehingga hal itu diduga sebagai pemicu naiknya kasus positif baru Covid-19.


Dengan menggunakan APD lengkap, sejumlah petugas tengah mengurusi pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumahnya. (Foto: Humas Kota Bogor)

Sejatinya untuk mengatasi persoalan ini dibutuhkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan warga tanpa terkecuali, termasuk kalangan swasta (pengusaha) minimal selama diberlakukannya PPKM Darurat hingga berakhir 20 Juli nanti.

Jika tidak demikian, maka akan sia-sia semua yang telah dilakukan pemerintah bersama satgas, nakes termasuk para relawan yang selama setahun lebih ini berjibaku melawan pandemi.

Sayangnya urusan perut selalu menjadi alasan utama warga ketika ditanya mengapa masih tetap banyak beraktivitas di luar rumah. Padahal, pemerintah bukan melarang untuk mencari nafkah atau berusaha. Pemerintah hanya ingin warga untuk sebisa mungkin mengurangi mobilitas. Kalaupun terpaksa harus tetap berativitas usahakan untuk dengan penuh kesadaran sendiri agar patuh dan menerapkan prokes dimana pun berada.

Para pelaku usaha misalnya, khususnya para pelaku UMKM untuk dapat menyesuaikan diri dan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat terus menjalankan roda usahanya di masa sulit ini. Sesuaikan jam operasionalnya dengan aturan yang berlaku saat ini. Pun untuk warga (konsumen/klien), kurang lebih sama untuk bisa kooperatif dengan memenuhi kebutuhannya (terutama kebutuhan pokok) di waktu yang telah ditetapkan dalam PPKM Darurat.


Satgas penanganan Covid-19 Kota Bogor membuka kembali Rumah Sakit Perluasan (beberapa waktu lalu Rumah Sakit Lapangan) di Kompleks GOR Pajajaran untuk menampung pasien yang tidak mendapatkan tempat tidur di rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya. (Foto: Humas Kota Bogor)

Kata kuncinya adalah kerja sama. Berikan kepercayaan kepada pemerintah bersama aparaturnya untuk mengatasi pandemi dan persoalan ekonomi. Di saat yang bersamaan warga pun harus patuh dengan apa yang telah ditetapkan dalam peraturan.

Niscaya jika kedua belah pihak bisa sama-sama saling bersinergi akan segera menciptakan kondusifitas yang selama ini didambakan setiap orang. Lebih baik dalam hal penanganan pandemi, penanganan pasien yang sedang dirawat dan pemulihan ekonomi.

Tentu kita semua ingin hidup normal seperti sedia kala ketika virus corona tidak ada di muka bumi. Melakukan beragam aktivitas dengan tenang, nyaman tanpa diselimuti ketakutan. Bisa kembali berkumpul, bersilaturahmi yang menjadi adat, adab dan kebiasaan kita sebagai orang Indonesia. Kita semua pasti sudah sangat jenuh, penat dengan semua kebiasaan dan keterbatasan selama pandemi berlangsung.

Sementara itu, selama di masa-masa sulit ini kita semua hendaknya selalu berdoa, menerapkan prokes 5M, menjaga kesehatan dan tetap waspada. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan, dilindungi dan dijauhkan dari segala macam penyakit oleh Allah SWT.

Posting Komentar

0 Komentar