Ticker

6/recent/ticker-posts

Promo dan Banting Harga Cara Pengusaha Hotel Bertahan di Masa Pandemi

Suasana dan interior Bianco Costel Bogor. (Foto: Donni/Bogor24.id)



Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Masa pandemi yang berkepanjangan mengakibatkan hampir semua sektor terkena imbasnya, tak terkecuali para pengusaha hotel di Kota Bogor.

Dampak dari pandemi ini telah membuat terjadinya lonjakan penurunan okupansi, merumahkan karyawan hingga opsi terakhir Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terpaksa dilakukan untuk dapat mempertahankan operasional usaha mereka.

Meski berbagai stimulus dan bantuan telah diberikan pemerintah, namun sayangnya tidak banyak membantu usaha perhotelan. Bahkan tidak sedikit yang terpaksa hingga menutup usahanya lantaran sudah tidak lagi mampu bertahan.

Namun demikian, tidak melulu cerita miris terdengar dari pengusaha hotel. Karena, tidak sedikit juga yang masih bisa bertahan dengan tetap melakukan berbagai cara agar operasional hotel mereka tetap berjalan dan mendapatkan tamu.

Seperti diungkapkan pemilik Bianco Costel Yuno Abeta Lahay kepada Bogor24.id, Rabu (30/6/2021), satu-satunya cara yang bisa dilakukan dan masih cukup efektif untuk menjaring tamu adalah dengan memberikan banyak promo.


"Promo menjadi cara yang masih efektif buat menjaring tamu supaya tertarik dan akhirnya menginap di hotel kita. Promo ini dengan menurunkan harga kamar tapi tetap dengan mendapatkan fasilitas yang sama ketika tarifnya normal," papar Yuno.

Disinggung mengenai kemungkinan menghadapi dikeluarkannya kebijakan soal PPKM Darurat Covid-19, Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor itu menyebutkan, jika pihaknya sudah memprediksi sebelumnya.

"Dampaknya juga pasti akan sangat besar dari yang dibayangkan. Tapi sepertinya (dampak) ini akan lebih besar dari yang ada saat ini. Tapi dibalik ini kita semua tetap harus optimis. Jalankan prokes, tetap melakukan promosi yang tentunya terkait dengan prokes," jelas Yuno.

Para pengusaha hotel, masih kata Yuno, memahami bahwa keputusan pemerintah mengambil keputusan itu berat. Sebab, dengan melihat aspek kesehatan.

"Tapi balik lagi bisnis atau usaha harus tetap berjalan, karena banyak orang yang menggantungkan hidupnya di sini (perhotelan)," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar