Ticker

6/recent/ticker-posts

PPKM Darurat Okupansi Hotel Anjlok, PHRI Minta Relaksasi Pajak

(Foto: Dok. Bogor24.id)



Penulis: Devina Putri
Editor: Donni Andriawan S

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Kecilnya tingkat keterisian kamar (okupansi) membuat pengusaha dan pengelola hotel di Kota Bogor menjerit. Sepinya okupansi sebagai dampak dari pandemi yang berkepanjangan.

Atas dasar itu, para pengusaha dan pengelola hotel yang bergabung di dalam asosiasi Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor meminta kebijakan relaksasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Untuk menyiasati lesunya bisnis yang mereka jalani, PHRI Kota Bogor akan meminta sejumlah keringanan pajak kepada Pemkot Bogor. PHRI juga akan meminta keringanan tagihan listrik dan tagihan BPJS.

"Kami sedang bersurat kepada Pemkot Bogor agar pajak kami ditangguhkan dulu, termasuk tagihan listrik dan biaya BPJS karyawan. Karena kondisi kami benar-benar sulit. Jadi setidaknya kami butuh sejumlah relaksasi agar tetap bisa bertahan," jelas Ketua PHRI Kota Bogor Yuno Abeta Lahay, Senin (12/7/2021).

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor, ia menerangkan jika sebanyak 71 hotel yang menjadi anggota PHRI bahwa rata-rata okupansinya hanya berada di 8 persen saja.

"Selama PPKM Darurat ini rata-rata okupansi hotel hanya berkisar 8 persen, dan ini terjadi di semua level hotel baik hotel berbintang maupun hotel kelas melati," paparnya.

Posting Komentar

0 Komentar