Ticker

6/recent/ticker-posts

Petugas Penggali Makam Kewalahan, Dinas PUPR Terjunkan Alat Berat

(Foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S

SITUGEDE, Bogor24.id -- Seiring melonjaknya kasus baru positif harian Covid-19 di Kota Bogor berbanding lurus dengan meningkatnya angka kematian pasiennya. Kondisi tersebut membuat para petugas penggali makam kewalahan.

Untuk meringankan kerja para petugas penggali makam yang jumlahnya terbatas lantaran kewalahan harus setiap hari menunaikan pekerjaannya, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor membantu Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) menyediakan lubang makam bagi warga yang meninggal akibat Covid-19 dengan menggunakan satu alat berat.

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi menuturkan, saat ini kondisi angka kasus positif di Kota Bogor terus melonjak. Di sisi lain angka kematian karena Covid-19 juga meningkat, sehingga diperlukan percepatan dalam membuat lubang pemakaman.

Untuk itu pihaknya menerjunkan alat berat untuk membantu petugas pemakaman membuat lubang makam atau liang lahat.

“Alat berat backhoe membantu penggalian makam. Kami mendukung alat untuk percepatan di tempat pemakaman, kita juga membantu logistik termasuk membantu untuk pemulasaraan,” kata Chusnul, Rabu (7/7/2021).

Menurut dia, dari pantauan di lapangan tampak para penggali kubur terlihat kewalahan akibat angka kematian Covid-19 di Kota Bogor terbilang tinggi. Sehingga alat berat diperbantukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Situgede agar setiap harinya ketersediaan lubang makam selalu siap.

“Kalau penggalian manual tentu butuh waktu, sedangkan kita harus cepat. Di sisi lain tenaga penggali juga kurang,” imbuhnya.

Selain di TPU Situgede, lanjut Chusnul, Dinas PUPR juga akan membantu petugas di TPU Kayumanis selama angka penyebaran Covid-19 masih tinggi.

Sementara Kepala Disperumkin Kota Bogor Juniarti Estiningsih menyebutkan, jumlah kasus kematian karena Covid-19 belakangan ini terus meningkat.

“Karena status jumlahnya cukup tinggi, kita siap untuk membuat lubang dibantu Dinas PUPR,” tuturnya.

Ia mengaku merasa terbantu dengan bantuan alat berat untuk penyediaan lubang makam.

“Mereka membantu untuk pembukaan lahannya dan membantu terkait untuk mencari lubang awal,” ujarnya.

Berdasarkan data Disperumkim, ketersediaan lahan makam untuk Covid-19 di Kota Bogor masih tersisa sekitar 10 hektar. Rinciannya, di TPU Kayumanis dari total lahan 5 hektar baru terpakai 1 hektar dan di TPU Situgede dari 5 hektar yang terpakai baru setengah hektar. Kemudian di TPU Mulyaharja baru terpakai seperempat hektar dari total lahan sekitar 5 hektar.

“Saat ini masih aman untuk ketersediaan lahan, setiap harinya kami menyiapkan 10 lubang di masing-masing TPU,” tandasnya.

Dari data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Selasa (6/7/2021), tercatat jumlah pasien yang masih dalam perawatan mencapai 5.670 orang dan 291 orang di antaranya meninggal dunia.

Posting Komentar

0 Komentar