Ticker

6/recent/ticker-posts

Pemerintah Perpanjang PPKM Darurat

(Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S

BOGOR, Bogor24.id -- Pemerintah pusat akan mempertimbangkan untuk melakukan relaksasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat secara bertahap mulai 26 Juli mendatang, namun dengan catatan tren kasus Covid-19 mengalami penurunan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan resminya mengenai PPKM Darurat yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021) malam.

"Kita selalu memantau, memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak PPKM. Karena itu, jika tren kasus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap," papar Jokowi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sejumlah aturan yang akan dilonggarkan jika tren kasus menurun antara lain pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Adapun pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

"Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan ketat yang pengaturannya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah," imbuhnya.

Bagi pedagang kaki lima, toko kelontong, agen penjual voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 21.00 yang pengaturannya juga akan diatur oleh pemerintah daerah.

Di samping itu, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjungnya 30 menit.

Sementara itu, kegiatan lain pada sektor esensial dan kritikal baik di pemerintahan maupun swasta serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah. (*)

Posting Komentar

0 Komentar