Ticker

6/recent/ticker-posts

Mulai 3 Juli Mal Sampai Tempat Ibadah di Kota Bogor Tutup

(Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: M. Sopiyan
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id – Terhitung mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang seluruh mal, sekolah hingga tempat ibadah di Kota Bogor harus tutup. Ini diketahui karena Kota Bogor masuk pada kategori situasi pandemi level 4.

Penutupan tersebut seiring dengan telah dikeluarkannya pengumuman yang disampaikan pemerintah pusat mengenai penetapan resmi pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa dan Bali.

“Untuk poin tersebut (penutupan mal dan yang lainnya), tentu Kota Bogor akan menyesuaikan (mengikuti) dengan arahan yang ada,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kamis (1/7/2021).

Kepada wartawan, Dedie membagikan panduan implementasi pengetatan aktivitas masyarakat pada PPKM Darurat Jawa Bali.

Di mana dalam panduan yang dibagikannya, kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan ditutup sementara. Kemudian sektor yang melayani kebutuhan sehari-hari tetap dibuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Tertulis juga supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sedangkan apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Selanjutnya pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jalanan, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal, hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

Untuk kegiatan konstruksi (tempat konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sementara fasilitas umum seperti taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya ditutup sementara. Begitu pun kegiatan seni/budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat pada 3 Juli sampai 20 Juli khusus di Jawa dan Bali, menyusul lonjakan kasus Covid-19 di banyak daerah di Indonesia.

Dia menugaskan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan untuk memimpin PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Posting Komentar

0 Komentar