Ticker

6/recent/ticker-posts

Kisah Ibrahim, Pengrajin Meubel yang "Banting Setir" Produksi Peti Jenazah

(Foto: Prokompim Kota Bogor)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S

CIKARET, Bogor24.id -- Banyak sektor usaha terdampak akibat badai pandemi Covi-19 yang berkepanjangan, bahkan kini Indonesia termasuk Kota Bogor sedang mengalami hantaman gelombang besar virus mematikan asal Cina itu.

Akhirnya pandemi ini membuat banyak sektor terpaksa gulung tikar atau menyiasatinya agar dapat tetap bertahan. Satu di antaranya adalah pengrajin meubel asal Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, milik Ibrahim Askar.

Pemuda ini terpaksa banting setir dari yang awalnya membuat beragam furniture dan kini membuat peti jenazah khusus bagi para pasien Covid-19.

Siasatnya ini terbilang cerdik dengan melihat adanya peluang usaha dan berupaya untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini di masa pandemi.

Ibrahim bercerita, dia mulai memproduksi peti jenazah sejak tiga minggu lalu berawal dari kakaknya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan sering menginformasikan bahwa kasus kematian akibat Covid-19 meningkat. Tapi sayangnya ketersediaan peti jenazah masih minim.

Prihatin dengan kondisi tersebut, membuat Ibrahim bersama lima karyawannya kala itu langsung bergerak cepat mengumpulkan bahan baku untuk pembuatan peti jenazah.

“Saya belajar dari Youtube. Terus cari-cari tahu tentang spesifikasi, ukuran dan lain-lain. Akhirnya kita mulai produksi. Produksi pertama 10 peti per hari dibantu lima pekerja,” ungkap Ibrahim di workshop-nya di Perumahan Cikaret Hijau, Sabtu (17/7/2021).

Peti jenazah produksinya itu kemudian disuplai ke rumah sakit di Kota dan Kabupaten Bogor. Karena permintaan terus meningkat, Ibrahim juga meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah jumlah karyawan.

“Sekarang kita bisa berdayakan 50 pekerja. Mereka ini warga sekitar yang terdampak ekonominya karena pandemi. Kami ajak untuk bergabung,” tuturnya.

Meski demikian, dirinya berharap tingginya permintaan peti jenazah yang diproduksinya tersebut tidak berlangsung lama. ia ingin pandemi segera berlalu dan kondisi kembali normal sehingga bisa kembali berjualan meubel atau usaha lainnya.

“Ini kita awali dengan niat baik membantu rumah sakit yang kekurangan peti jenazah. Kita semua berharap tentunya kondisi seperti ini segera berlalu,” tutup Ibrahim.

Posting Komentar

0 Komentar