Ticker

6/recent/ticker-posts

Empat Perilaku Salah Pengemudi di Jalanan

(Foto: Source Google - Boombastis)



Penulis: M. Sopiyan
Editor: Donni Andriawan S

BOGOR, Bogor24.id -- Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya tidak cukup hanya sekadar bisa mengendarainya saja. Tapi membutuhkan pengetahuan dasar berlalu lintas, memahami aturan termasuk rambu lalu lintas dan marka jalan serta memiliki rasa empati.

Ketiga poin di atas sayangnya belum dimiliki semua pengemudi di Indonesia, karena masih banyak perilaku salah yang kerap dilakukan ketika berkendara di jalan raya. Bahkan ada yang hingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Tidak menyalakan lampu sein ketika hendak berbelok atau pindah lajur

Perilaku ini masih kerap ditemui dan dilakukan pengemudi ketika berkendara di jalan raya, tak terkecuali di jalan tol saat berpindah lajur tidak menyalakan lampu sein.

Padahal instrumen ini sangat berguna sebagai alat komunikasi antar pengemudi dan memberikan peringatan kepada pengemudi atau kendaraan yang ada di belakangnya, bahwa kendaraan di depan akan berpindah lajur atau berbelok.

Dampak yang ditimbulkan dari abainya menyalakan lampu sein ini bisa sangat fatal, yakni terjadinya insiden tabrak belakang. Apalagi bila kejadiannya di jalan tol yang notabene mayoritas kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi, di mana kendaraan yang berada di belakang telat mengantisipasi manuver mendadak dari kendaraan yang ada di depan karena berpindah lajur tiba-tiba tanpa menyalakan lampu sein.

Membunyikan klakson secara berlebihan

Sama halnya dengan lampu sein, klakson pada kendaraan juga mempumyai fungsi yang sama sebagai alat komunikasi di jalan raya dengan sesama pengendara lainnya.

Namun demikian, masih ada saja pengemudi yang seringkali menyalakan klakson secara berlebihan yang akan sangat mengganggu pengendara lain. Bahkan tidak sedikit menimbulkan terjadinya percekcokan antarpengendara.

Oleh sebab itu, bijaklah menggunakan klakson sesuai kebutuhan dan tidak secara berlebihan. Apalagi ada beberapa kawasan yang memang membatasi penggunaannya seperti di area rumah sakit, kompleks militer dan beberapa lainnya.

Untuk klakson pun kerap ada saja pemilik kendaraan yang memodifikasinya dengan menggunakan suara yang lebih nyaring, ini tentu sangat tidak disarankan. Sebab, mengenai klakson ini sudah sesuai standar pabrikan dan aturan lalu lintas.

Merokok ketika berkendara

Meski terlihat sepele, namun merokok ketika berkendara akan sangat membahayakan pengendara yang ada di sekitarnya terutama yang berada di belakang.

Pasalnya, bara api dan abu rokok bisa mengenai mata atau tubuh pengendara disekitar. Khususnya pengendara sepeda motor yang rentan karena tidak memiliki perlindungan maksimal seperti halnya kendaraan roda empat yang masih tertutup bodi dan kaca.

Bila merokok di dalam kendaraan roda empat pun akan meninggalkan bau tidak sedap di dalam kabin, ini tentu sangat tidak baik bagi kesehatan. Apalagi bila menyalakan pendingin ruangan (AC) dengan sirkulasi udara yang berputar terus menerus hanya di dalam kabin.

Tidak memberikan jalan bagi kendaraan yang mendapat prioritas

Masih ada saja perilaku nyeleneh pengendara yang bahkan sering viral di media sosial akibat minimnya pengetahuan dan tidak memiliki empati yang berkendara, yaitu menghalangi atau tidak memberikan jalan bagi kendaraan yang mendapat prioritas.

Yang seringkali kita lihat adalah pengemudi roda empat yang dengan "santuynya" berjalan konstan atau pelan meski ada kendaraan prioritas di belakangnya yang sudah memberikan kode dengan atributnya (sirine dan lampu strobo). Biasanya yang sering dialami oleh kendaraan ambulans.

Padahal, kendaraan-kendaraan prioritas ini mendapatkan "hak istimewa" dan bahkan telah diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di antaranya adalah ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, kendaraan yang memberikan pertolongan kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah dan konvoi kendaraan dalam kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas kepolisian.

Posting Komentar

0 Komentar