Ticker

6/recent/ticker-posts

Darurat Covid-19 Kota Bogor Kekurangan Oksigen dan Nakes

(Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Seiring melonjaknya kasus penyebaran Covid-19 sehingga Kota Bogor masuk status darurat mengakibatkan semakin sulitnya ketersediaan oksigen dan tenaga kesehatan (nakes).

Selain banyaknya jumlah pasien yang harus ditangani, para nakes juga tak sedikit yang ikut terpapar Covid-19. Sementara petugas yang ada pun kini menangani banyak hal dan alih fungsi, termasuk menjadi vaksinator dan disebar ke sejumlah pelayanan kesehatan se-Kota Bogor.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim usai meninjau aktivasi dua tempat isolasi pasien Covid-19 di lokasi berbeda, Senin (5/7/2021). Yaitu di Asrama 5A Kampus IPB Dramaga dan Rumah Sakit (RS) Perluasan di Kompleks GOR Pajajaran.

“Jadi saat ini yang kita hadapi bukan hanya masalah oksigen, tapi juga masalah nakes. Ini tantangan kita bagaimana bisa mendapat nakes,” kata Dedie.

Ia menuturkan, saat ini kelengkapan peralatan nakes sudah memadai. Hanya saja tadi, nakesnya yang belum tercukupi. Menurutnya, para nakes yang ada saat ini terbagi-bagi tugas.

“Sekarang SDM-nya langka karena kebutuhannya dimana-mana. Antara lain ada yang menjadi swaber, vaksinator, ditambah kebutuhan-kebutuhan rumah sakit tidak hanya di Bogor, tapi seluruh rumah sakit di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Dedie, saat ini Kota Bogor membutuhkan lebih dari 200 orang nakes. Hingga saat ini, yang baru tercapai hanya sekitar 20 orang saja. Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mencari sumber nakes yang kompeten.

“Kalau 200 itu yang untuk kebutuhan isolasi, sementara kebutuhan di RSUD juga tinggi. Semua sama masalahnya, SDM-nya. Aktivasi RSUD dua (RS Perluasan) saja mungkin butuh berapa puluh lagi, itu juga belum terpenuhi,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar