Ticker

6/recent/ticker-posts

Rekor 204 Kasus Baru Covid-19, Harjasari Penyumbang Tertinggi

(Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Kota Bogor mencatatkan rekor harian tertinggi selama pandemi dengan jumlah sebanyak 204 orang dimana penyumbang kasus baru positif Covid-19 terbesar dari klaster Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Madana yang berlokasi di RW 12 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan yaitu sebanyak 93 orang yang terkonfirmasi positif.

Hingga, Rabu (16/6/2021) malam, secara akumulatif tercatat ada 93 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan jumlah yang masih sakit 69 orang. Rinciannya yaitu 63 dirawat dan 6 orang lainnya isolasi mandiri. Dari 63 yang dirawat tercatat 45 orang ditempatkan di BPKP Ciawi, 2 orang di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan 16 sisanya di Ponpes Bina Madani. Sementara untuk yang terkonfirmasi selesai/sembuh 24 orang.

“Ada penambahan 18 orang kasus positif (santri Ponpes Bina Madani), 15 santri putri dan 3 santri putra pada 16 Juni. Dua orang santri putri dirujuk ke RSPP dengan dijemput ambulans dari RSPP atas keinginan orang tuanya. 16 orang santri sementara isolasi di pondok karena ruangan di BPKP masih full,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno, Kamis (17/6/2021).

Berdasarkan data yang dikeluarkan Dinkes Kota Bogor, terdapat 453 orang penghuni Ponpes Bina Madani. Jumlah tetsebut terdiri atas 176 orang santri putri, 222 orang santri putra, pengurus putri 34 orang dan pengurus putra 21 orang. Semuanya telah dilakukan pemeriksaan Covid-19 dengan hasil positif 93 orang.

Sebelumnya Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya menegaskan, khusus untuk Pendidikan Tatap Muka (PTM) sementara dihentikan simulasinya sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian. Hal ini untuk mengantisipasi beberapa klaster yang timbul dari lembaga pendidikan.

“Laporan terakhir di Pesantren Bina Madani sudah ada 93 kasus, hari ini (16 Juni) bertambah 18 kasus lagi,” sebut Bima Arya.

Oleh sebab itu, dia kembali mewanti-wanti agar seluruh lembaga pendidikan yang akan menyelenggarakan PTM atau siswa-siswinya berasal dari luar kota agar tidak menggelar terlebih dulu.

“Apabila ada gejala segera koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor,” imbuhnya.

Selain itu, Pemkot Bogor akan melakukan pembatasan mobilitas warga dan memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes) di lapangan, menindak tegas semua pelanggaran, termasuk pelanggaran pada jam operasional, kerumunan dan lainnya.

“Situasinya saat ini serius, rem sekarang harus ditarik. Kalau tidak, maka kita bisa masuk ke fase jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya,” tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar