Ticker

6/recent/ticker-posts

Konversi Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Ditargetkan Selesai Akhir Juni

(Foto: Humas Kota Bogor)




Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BALAI KOTA, Bogor24.id -- Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor menargetkan konversi tempat tidur di rumah sakit sebesar 30 persen sudah dapat dilaksanakan sampai akhir Juni ini. Sementara untuk konversi tempat tidur isolasi sampai 35 persen diupayakan hingga pertengahan Juli mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno saat rapat secara virtual dengan direktur rumah sakit se-Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (21/6/2021).

Khusus untuk delapan rumah sakit rujukan, sesuai SK Gubernur Jawa Barat didorong untuk menambah tempat tidur isolasi minimal 35 persen dari total tempat tidur sesuai dengan surat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kita targetkan akhir Juni 2021 sudah terpenuhi. Untuk rumah sakit yang belum konversi tempat tidurnya 30 persen diimbau untuk segera mengkonversinya,” katanya Retno.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien corona di Kota Bogor menaikkan jumlah ruang perawatan khusus Covid-19 di atas 30-35 persen dari total kamar tidur rumah sakit.

Hal ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor YR. 03.03 / III / 4643 / 2020 perihal Peningkatan Pelayanan Pasien Covid-19. Salah satunya menyebutkan untuk melakukan konversi tempat tidur guna penyiapan kapasitas ruang isolasi dan ICU bagi pasien Covid-19 sesuai standar.

Penambahan jumlah tidur ini lantaran angka Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bogor sudah mencapai 77,6 persen. Padahal dua pekan lalu masih dibawah 20 persen. Artinya, jika tidak melakukan apa-apa maka dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan tingkat keterisian tempat tidur akan penuh.

Selain menambah ketersediaan tempat tidur sebesar 30-35 persen, Pemkot Bogor akan menambah tempat isolasi untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) di Pusat Isolasi BPKP Ciawi.
Ke depan, fasilitas isolasi ini akan terus ditambah. Sehingga bagi pasien dengan gejala sedang dan berat bisa difokuskan di rumah sakit.

Posting Komentar

0 Komentar