Ticker

6/recent/ticker-posts

Klaster Keluarga Naik Tajam, Tempat Tidur di Rumah Sakit Nyaris Penuh

(Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: M. Sopiyan
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Klaster keluarga menjadi kontributor terbesar lonjakan kasus baru positif Covid-19 di Kota Bogor, yang disusul kemudian oleh klaster perjalanan luar kota. Di mana sebagian besar kasus di klaster keluarga ini terpapar dari tempat kerja.

Maka tidak heran bila saat ini tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan sudah berada di angka 82,7 persen.

"Ini yang menjadi atensi kita semua dan langkah darurat akan dilakukan di kondisi dan situasi tidak biasa ini," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kemarin.

Langkah pertama yang dilakukan, jelasnya, yakni dengan meminta semua rumah sakit menambah kapasitas tempat tidur dan ruang isolasi minimal 30 persen. Beberapa rumah sakit bahkan sudah bergerak menambah kapasitas, namun masih ada rumah sakit lain yang belum dan ini akan terus dimonitor.

Kedua, lanjut Bima Arya, Pemkot Bogor sedang proses menambah pusat isolasi. Saat ini sudah ada di BKPP Ciawi dan kabar baik pula di BNN Lido bisa kembali menjadi tempat isolasi. Namun diakuinya ini tetap belum cukup, sehingga perlu menambah tempat isolasi lagi di wilayah agar warga yang isolasi mandiri di rumah tetap diperhatikan.

"Kalau pusat isolasi sudah banyak, nantinya orang tanpa gejala akan dibawa ke pusat isolasi agar di rumah sakit difokuskan saja untuk gejala sedang dan berat, yang tanpa gejala diarahkan di pusat isolasi, sementara gejala ringan bisa isolasi di rumah. Karena kalau semua diarahkan ke rumah sakit tanpa kita pilah-pilah kondisinya rumah sakit akan kebobolan," paparnya.

Melihat kondisi kegawatdaruratan saat ini, Bima Arya pun meminta puskesmas memastikan stok suplai obat-obatan dan vitamin yang diperlukan mencukupi. Pengurus RT, RW dan lurah berkoordinasi membantu distribusi logistik bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri. Ia pun menegaskan kepada camat dan lurah untuk mengawasi warga dari luar kota.

"Warga Kota Bogor yang dari luar kota wajib tes swab antigen. Diumumkan, dibuat edaran agar semua yang keluar kota dan kembali melapor ke RT/RW, tes antigen dan isolasi di rumah selama lima hari," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar