Ticker

6/recent/ticker-posts

Kasus Covid-19 Terus Naik, Bima Arya Minta Rumah Sakit Tambah Tempat Tidur

(Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BALAI KOTA, Bogor24.id -- Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Bima Arya meminta seluruh rumah sakit rujukan pasien corona di Kota Bogor menaikkan jumlah ruang perawatan khusus Covid-19 di atas 30-35 persen dari total kamar tidur rumah sakit.

Hal ini menindaklanjuti surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Nomor YR. 03.03 / III / 4643 / 2020 perihal Peningkatan Pelayanan Pasien Covid-19. Salah satunya menyebutkan untuk melakukan konversi tempat tidur guna penyiapan kapasitas ruang isolasi dan ICU bagi pasien Covid-19 sesuai standar.

“Angka Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan satu fase yang betul-betul memerlukan kerja lebih keras dari semua pihak. Lonjakan kasus Covid-19 begitu nyata. Saya garis bawahi, selain konversi tempat tidur, rumah sakit diimbau untuk menyampaikan laporan secara riil time. Target kita satu yaitu menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit sebesar 30-35 persen dan kedua tempat isolasi,” papar Bima Arya saat memimpin rapat secara virtual dengan direktur rumah sakit se-Kota Bogor di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (21/6/2021).

Dia menjelaskan, terkait penggunaan Rumah Sakit Lapangan (RSL) masih dikaji. Sebab, ada aturan yang harus dipatuhi.

Saat ini, lanjutnya, angka Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bogor sudah mencapai 77,6 persen. Padahal dua pekan lalu masih dibawah 20 persen. Artinya, jika tidak melakukan apa-apa maka dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan tingkat keterisian tempat tidur akan penuh.

Selain menambah ketersediaan tempat tidur sebesar 30-35 persen, Pemkot Bogor akan menambah tempat isolasi untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) di Pusat Isolasi BPKP Ciawi. Ke depan, fasilitas isolasi ini akan terus ditambah. Sehingga bagi pasien dengan gejala sedang dan berat bisa difokuskan di rumah sakit.

Kepada semua, Bima Arya meminta untuk bergerak cepat. Pasalnya, kebutuhannya benar-benar mendesak dan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) diminta untuk melakukan pembenahan dan pengaturan sistem rujukannya. Ini agar pasien dapat dirujuk secara merata sehingga tidak menumpuk di satu atau dua rumah sakit.

“Kita berlomba dengan waktu. Jangan sampai lonjakan yang ada tidak bisa diantisipasi,” ungkapnya.

Posting Komentar

0 Komentar