Ticker

6/recent/ticker-posts

Kasus Covid-19 Melonjak, Bima Arya: Saya Tidak Bisa Berbuat Apa-apa

(Foto: Humas Kota Bogor)




Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BALAI KOTA, Bogor24.id -- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengaku jika dirinya tak bisa berbuat banyak saat melihat lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor.

"Saya Wali Kota Bogor, tidak bisa berbuat apa-apa. Makanya saya minta pengertiannya kepada warga, tolong empati kepada tenaga kesehatan. Patuhi protokol kesehatan," pinta Bima Arya, Selasa (29/6/2021).

Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor itu meminta agar pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan yang lebih ketat dalam mengendalikan laju kasus Covid-19 yang makin tak terkendali. 

Apalagi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir ini, yang tampak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pusing dan kewalahan.

Terlebih peningkatan kasus positif Covid-19 Kota Bogor begitu tinggi yang berdampak pada semakin menipisnya ketersediaan ruang khusus perawatan pasien Covid-19 dan ruang isolasi untuk pasien Covid-19.

"Rata-rata angka BOR di 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor sudah mencapai 83 persen. Kalau di RSUD Kota Bogor angka BOR-nya sudah mencapai 91 persen," kata Bima Arya.

Dirinya berharap pekan depan angka BOR rumah sakit rujukan mengalami penurunan. Karena minggu ini Pemkot Bogor menargetkan akan membuka kembali rumah sakit lapangan dan menambah pusat isolasi Covid-19 di sejumlah wilayah di Kota Bogor.

Sekadar informasi, dari 981 tempat tidur khusus perawatan pasien Covid-19 yang tersebar di 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor, 814 diantaranya sudah terisi atau sudah terisi 83 persen dari kapasitas yang tersedia.

Posting Komentar

0 Komentar