Ticker

6/recent/ticker-posts

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, PTM di Kota Bogor Belum Bisa Dilaksanakan

(Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bogor belum bisa dilaksanakan. Hal ini karena lonjakan kasus Covid-19 yang masih sangat tinggi, meski sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) sudah melakukan simulasi PTM.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya saat diskusi dengan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digagas Kementerian Komunikasi dan informasi (Kemenkominfo) secara virtual bertajuk "Sekolah Tatap Muka Dimulai: Amankah?", Senin (28/6/2021).

Di sisi lain, Bima Arya menilai pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kurang ideal dan tidak bagus untuk pengembangan karakter. Bahkan, tidak maksimal dalam pengembangan kompetensi dan sangat tidak menunjang untuk laboratorium sosial anak-anak.

"Secara teknis banyak masalah. Jangankan di pinggir kota, di pusat kota pun banyak terkendala koneksi. Saya sedih saat turun menemukan keluarga yang berbulan-bulan kehilangan kontak dengan sekolah, jangankan komputer, handphone pun tidak ada. Jadi beberapa bulan sekali harus jalan kaki ke rumah temannya sekadar untuk meminta informasi tentang tugas. Selain itu saya mendapati guru-guru yang tidak memiliki kreatifitas,” kata Bima Arya.

Pemerintah kata dia, beberapa waktu lalu berencana akan membuka PTM, pihaknya pun sangat antusias dan telah melakukan simulasi.

Mulai dari sosialisasi, memenuhi persyaratan protokol kesehatan (prokes), persetujuan komite sekolah, fasilitas yang menunjang dan lainnya. Bahkan, simulasi dilaksanakan dengan sangat baik dan tenaga pengajar sudah divaksin.

“Bahkan kita sampai berpikir keamanan dari sisi kesehatan saat para siswa pulang. Namun perkembangan yang ada saat ini berbeda, saat itu saya sampaikan kepada sekolah PTM bisa berjalan ketika syarat utama terpenuhi yaitu Covid-19 landai,” jelasnya.

Namun saat ini menurut Bima Arya, kondisinya bukan saja tidak kondusif tetapi berada pada fase darurat dan genting. Rumah sakit penuh, penularan pada anak-anak meningkat, mortality rate diatas 100 persen, fasilitas kesehatan nyaris lumpuh dan ada peningkatan keterpaparan pada anak-anak.

Dengan kondisi dan data yang ada saat ini, maka Pemkot Bogor menghentikan simulasi PTM. Jika kasus masih tinggi, ia tidak berani mengambil risiko dan bukan menjadi pilihan yang baik jika diminta untuk melaksanakan PTM.

Sejumlah langkah telah dilakukan Pemkot Bogor untuk menunjang PJJ. Di antaranya membangun jaringan wifi di seluruh RW di Kota Bogor, memobilisasi pihak-pihak untuk membantu dan menyumbang gadget serta melakukan asistensi pendampingan bagi tenaga pengajar untuk konten pembelajaran.

"Di masa pandemi kita berharap yang terbaik dan mengantisipasi kemungkinan terburuk. Saya selalu sampaikan kepada guru-guru, harus ambil hikmahnya, genjot karakter building-nya, bangkitkan empati anak-anak dan beri pengertian, mereka bukan menjadi generasi yang hilang, tapi menjadi generasi yang terpilih, karena dalam satu abad tidak ada yang mengalami masa-masa seperti sekarang. Ini sesuatu yang beda untuk pematangan dan pendewasaan,” harap Bima Arya.

Posting Komentar

0 Komentar