Ticker

6/recent/ticker-posts

Jangan Lengah Menyetir Mobil di Malam Hari

Berkendara di malam hari. (Foto: Yudi Effriadi/Bogor24.id)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Mengemudikan mobil merupakan aktivitas yang berisiko. Oleh sebab itu, dibutuhkan keahlian yang mumpuni dan pengetahuan yang baik dalam etika berlalu lintas.

Terlebih bila dilakukan di malam hari, secara biologis pun waktu tersebut merupakan saatnya tubuh beristirahat. Belum lagi potensi hilangnya konsentrasi yang disebabkan beragam hal. Maka mengemudikan mobil di malam hari perlu kewaspadaan ekstra.

Sebelum mengemudi tentunya harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat, termasuk di malam hari. Jangan sampai memaksakan diri untuk tetap berkendara, apalagi dengan kondisi jalanan yang lebih gelap memerlukan visibilitas dan konsentrasi yang penuh.

Belum lagi bila harus tetap meneruskan perjalanan dengan kondisi hujan. Faktor alam ini tentunya akan semakin menambah tugas semua anggota tubuh untuk selalu menjaga keselamatan berkendara. Sebab, meskipun ada wiper yang akan menyapu air hujan dari kaca depan. Tetapi, komponen ini hanya bersifat membantu saja.

Pastikan semua fungsi lampu bekerja dengan sempurna. Baik itu lampu depan (lampu utama dan lampu jauh), lampu sein, lampu kabut (bila memang ada), dan lampu rem. Jangan sampai ada salah satu di antaranya yang tidak berfungsi karena bohlamnya putus atau karena faktor lainnya.

Setelah memastikan tubuh sehat dan semua komponen penunjang pada kendaraan berfungsi dengan baik, giliran pengetahuan kita terhadap aturan lalu lintas yang mesti diperhatikan.

Jangan sampai mengemudikan mobil dengan ugal-ugalan yang hanya akan berpotensi mencelakai diri sendiri dan orang lain. Patuhi setiap rambu yang terpasang dan marka jalan yang ada. Jangan pernah sekalipun melanggarnya. Mengemudilah dengan penuh etika dan tumbuhkan rasa empati.

Contohnya dengan tidak terus menerus menggunakan lampu jauh. Pasalnya, sorot cahayanya akan menyilaukan pengendara dari arah berlawanan. Gunakanlah dengan bijak lampu jauh hanya sebagai isyarat atau alat komunikasi dengan pengendara lain.

Misal ketika akan menyalip kendaraan di depan atau cukup menyalakan lampu jauh ketika hendak memasuki tikungan. Hal itu dilakukan sebagai informasi kepada pengendara dari arah berlawanan bahwa ada kendaraan.

Dengan melakukan semua hal di atas setidaknya kita turut berpartisipasi terciptanya lalu lintas yang aman, nyaman dan beradab. Karena, harus selalu diingat bahwa jalan raya milik publik yang semuanya memiliki hak yang sama dalam penggunaannya.

Posting Komentar

0 Komentar