Ticker

6/recent/ticker-posts

Imbas Bina Madani, Wali Kota Minta Santri dari Luar Kota Tes PCR

(Foto-foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id -- Paska munculnya klaster baru penyebaran Covid-19 di Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Madani, RW 12 Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengambil langkah tegas dengan diwajibkannya santri dari luar Kota Bogor untuk menjalani tes PCR terlebih dulu.

Upaya tersebut ditempuh, kata Wali Kota Bogor Bima Arya, sebagai langkah antisipasi terjadinya kembali lonjakan kasus baru positif Covid-19 di ponpes Kota Bogor.

Oleh karena itu, dirinya mengaku sudah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sri Nowo Retno untuk melakukan tes PCR dan instruksi kepada para camat mendata semua santri yang berasal dari luar Kota Bogor jelang rencana pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang.

“Tolong Bu Kadinkes, santri yang berasal dari luar Kota Bogor harus di tes PCR dan bukan antigen. Dan untuk Pak Camat tolong data semua santri yang dari luar kota,” ujar Bima Arya, Kamis (10/6/2021).

Selain itu ia kembali mengingatkan, agar semua pihak tidak kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sebab, orang yang sudah divaksinasi pun tidak menutup kemungkinan untuk terpapar.

"Belajar dari pengalaman ketika tidak maksimal tracing muncullah di beberapa titik yang lain. Saya ingin Bu Kadinkes untuk tim tracing ini bukan saja cukup secara kuantitas, tapi juga punya kapasitas. Itu yang selalu saya tekankan,” tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar