Ticker

6/recent/ticker-posts

Sekat Pemudik, Kota Bogor Kerahkan 1.500 Personel

Tidak kurang dari 1.500 personil gabungan TNI/Polri dan Pemkot Bogor dikerahkan pada Operasi Ketupat Lodaya 2021 pada 6-17 Mei 2021. Operasi ini untuk menyekat para pemudik di masa larangan mudik. (Foto: Humas Kota Bogor)


Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR TENGAH, Bogor24.id - Sebanyak 1.500 personil gabungan dikerahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama TNI dan Polri mengerahkan 1.500 pada Operasi Ketupat Lodaya 2021 yang berlangsung pada 6 Mei hingga 17 Mei mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 di Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (5/5/2021).

"Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2021 dalam masa pandemi Covid-19, sesuai arahan pimpinan yaitu Presiden Joko Widodo adalah untuk melaksanakan larangan mudik," jelas Susatyo.

Dia menuturkan, personel gabungan ini bertugas untuk melakukan penyekatan mudik di enam titik akses masuk keluar Kota Bogor dan satu posko utama.

“Bagi para pendatang, Pak Wali Kota sudah menerbitkan regulasi terkait kewaspadaan pemudik dan pendatang. Sehingga para pemudik yang datang kita lakukan pengawasan. Demikian juga bagi para pendatang pun kita lakukan pengawasan mulai dari tingkat RT/RW, khususnya dalam rangka pencegahan penyebaran dan penularan Covid-19 di Kota Bogor,” paparnya.

Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan, akan melakukan langkah-langkah dengan TNI dan Polri untuk mengurangi mobilitas warga.

“Pokoknya kita all out, mencegah mudik dan mengatasi kerumunan mobilitas di pasar dan mal. Itu intinya,” tegas Bima Arya.

Khusus wilayah yang menerapkan PPK Mikro, Bima Arya meminta agar memperkuat peran dan fungsi posko PPK Mikro dengan melakukan pengawasan warga yang datang serta mengecek ketersediaan fasilitas isolasi dan tes dalam pelaksanaan fungsi 3T (Testing, Tracing dan Treatment).

Untuk wilayah zona merah dan oranye, ia juga meminta untuk dilakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk menutup tempat wisata dan tempat umum lainnya yang tidak esensial.

"Berikan bantuan sosial sesuai pemetaan ekonomi sosial masyarakat," ucapnya.

Posting Komentar

0 Komentar