Ticker

6/recent/ticker-posts

Sah! Pemerintah Larang Mudik Lokal, Termasuk di Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dan Dandim 0606 Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan saat memberikan keterangan pada media soal larangan mudik lokal di Lobi Balai Kota, Jumat (7/5/2021). (Foto: Humas Kota Bogor)



Penulis: M. Sopiyan
Editor: Donni Andriawan S.

BALAI KOTA, Bogor24.id - Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 akan menjadi pedoman Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam melaksanakan aturan larangan mudik.

Di mana pada Permenhub itu disebutkan jika kegiatan mudik pada periode 6-17 Mei dalam bentuk apapun dilarang. Termasuk mudik lokal dalam wilayah aglomerasi seperti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).

“Mudik dilarang total semuanya, termasuk aglomerasi (kawasan Jabodetabek). Untuk itu kami akan melakukan pengawasan secara ketat dilapangan sesuai perencanaan yang dilakukan bersama-sama. Sekali lagi saya tegaskan yang dilarang adalah mudik,” tegas Wali Kota Bogor Bima Arya di Lobi Balai Kota Bogor, Jumat (7/5/2021).

Namun kata dia, khusus untuk kegiatan non mudik masih dibolehkan apabila ada hal-hal yang mendesak seperti pekerjaan, tugas darurat, sakit dan ibu hamil. Adapun alasan mudik dilarang adalah karena berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

Untuk silaturahmi antar keluarga, Bima Arya menyarankan agar dilakukan secara virtual dan kembali mengimbau agar tetap menunda mudik.

Sementara mengenai destinasi wisata, terang Bima, Pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Satgas Covid-19. Selanjutnya masih akan dirumuskan aturan yang lebih detail dan lebih rinci terkait kunjungan ke tempat wisata.

"Saat ini Pemkot Bogor meminta agar dilakukan syarat Swab Antigen 1 x 24 jam untuk tempat wisata sebelum ada aturan atau kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat, khususnya di waktu H-2 atau H+3 pasca Idul Fitri," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar