Ticker

6/recent/ticker-posts

Perhatikan Ini Sebelum Berkendara di Jalan Tol

Ilustrasi antrean kendaraan di jalan tol. (Foto: Dok. Bogor24.id)



Penulis: Yudi Effriadi
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Tidak bisa dipungkiri jika musim Lebaran akan dimanfaatkan banyak orang untuk bepergian, termasuk yang menggunakan kendaraan pribadi. Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik di tahun ini.

Sebelum memulai perjalanan, khususnya yang akan menggunakan jalan tol agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik demi terciptanya rasa aman dan nyaman. Mulai dari kesiapan fisik, mobil hingga penunjang lainnya.

Berikut di bawah ini adalah yang harus diperhatikan sebelum menggunakan mobil pribadi atau menempuh perjalanan jauh melalui jalan tol.

Pastikan saldo e-tol cukup

Lantaran saat ini semua loket tol telah memberlakukan pembayaran secara non-tunai, maka sebelum berkendara ada baiknya mengecek isi saldo kartu e-tol terlebih dulu. Jangan sampai kosongnya saldo ini akan menyulitkan kita saat bertransaksi.

Tak perlu berlebih, isi saldo di kartu e-tol cukup sampai ke pintu keluar tol akhir tujuan kita. Sebagai antisipasi, bisa dilebihkan sekitar 20 persen dari jumlah nominal yang harus dikeluarkan.

Cek tekanan udara ban

Ban merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan (aspal). Bagian ini mempunyai tugas dan kerja yang sangat berat karena harus bergesekan dalam kecepatan tinggi dengan aspal.

Mengabaikan kondisi tekanan udara ban sama dengan menggadaikan keselamatan seluruh penumpangnya. Oleh sebab itu, penting sebelum berkendara untuk memastikan kondisinya cukup sesuai rekomendasi pabrikan. Jangan lupa juga cek tekanan udara ban serep.

Tekanan udaran yang kurang berpotensi menyebabkan pecah ban, karena bagian telapak ban akan bekerja ekstra keras menopang beban penumpang dan bobot kendaraan.

Kondisi mobil

Tak kalah pentingnya pastikan pula mobil dalam kondisi prima. Baiknya memang sebelum melakukan perjalanan (terutama jarak jauh) agar dilakukan servis terlebih dulu untuk memastikan semua komponen dan bagian kendaraan bekerja normal.

Periksa semua fungsi lampu, pengereman sampai semua cairan yang ada di mobil bekerja baik. Jangan lupa juga kondisi wiper harus berfungsi agar ketika kondisi hujan tidak merepotkan yang akan berujung pada gangguan visibilitas (pandangan).

Kondisi pengemudi

Bukan hanya mobil yang harus dalam kondisi prima, fisik pengemudi pun sama halnya. Bila memang berkendara cukup jauh, ada baiknya bila ada sopir cadangan yang nantinya bisa bergantian mengemudi.

Jika memang kondisi tubuh sudah lelah atau memgantuk, jangan pernah memaksakan untuk terus melanjutkan perjalanan. Berhentilah di rest area minimal 30 menit dan gunakan untuk melakukan peregangan otot dan sirkulasi oksigen ke otak. Batas maksimal mengemudikan mobil adalah dua jam, lewat dari itu usahakan untuk beristirahat sejenak.

Simpan nomor penting

Mengemudikan mobil di jalan tol pastinya berbeda dengan kita melakukannya di jalan arteri atau jalan non-tol. Oleh sebab itu, mengapa persiapannya harus dilakukan dengan matang. Di antaranya dengan mencari informasi terlebih dahulu mengenai rute dan jarak tempuh yang akan dilalui.

Simpanglah nomor-nomor penting yang akan digunakan dan sangat membantu ketika dalam kondisi darurat seperti mobil mengalami mogok. Nomor-nomor ini di antaranya nomor operator pengelola jalan tol, kepolisian atau bengkel dan pusat layanan kesehatan.

Bawa perbekalan

Karena melakukan perjalanan di tol yang relatif terbatas menemui tempat makan, minimarket dan toilet, maka ada baiknya bila mempersiapkan perbekalan yang cukup di dalam mobil. Terlebih bila membawa anak-anak atau balita.

Siapkan aneka makanan ringan, minuman atau bila perlu makanan berat sekalian. Sebab, kita tidak pernah bisa tahu atau memprediksi adanya hambatan atau kendala selama di perjalanan. Daripada menemui kondisi tersebut dengan tanpa persiapan perbekalan yang cukup, maka mulai saat ini biasakaan untuk selalu menyiapkannya.

Ikuti aturan lalu lintas

Terakhir, di luar beberapa kesiapan di atas yaitu mengenai pengetahuan dan etika berkendara atau berlalu lintas. Harap diingat untuk selalu mematuhi semua aturan yang ada seperti tidak mengemudikan mobil di lajur sebelah kanan padahal tidak dalam kecepatan tinggi.

Patuhi batas kecepatan kendaraan yang dianjurkan, yaitu 100 km/jam. Tidak mengemudikan atau menyalip kendaraan lain secara zig-zag, tidak menyalip dari bahu jalan, dan selalu bersikap waspada dan konsenstrasi.

Posting Komentar

0 Komentar