Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal Lebih Dekat TPS 3R Griya Katulampa

(Foto-foto: Tangkapan Layar Instagram Lurah Katulampa)



Editor: Donni Andriawan S.

KATULAMPA, Bogor24.id - TPS 3R Griya Katulampa merupakan satu dari enam TPS yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Tahun 2011 silam. Pembangunan sejumlah TPS 3R tersebut merupakan pembangunan generasi awal yang dipersiapkan untuk mendukung kebijakan tentang pengelolaan sampah seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor No. 9 Tahun 2012. Arah kebijakan dalam Perda tersebut menekankan pada program pengurangan dan penanganan sampah.

Lurah Katulampa Eka Deri Rahmat Irawan kepada Bogor24.id belum lama ini menuturkan, dalam pengelolaannya TPS 3R Griya Katulampa ditetapkan melalui SK Lurah Katulampa No. 149/5/ Ekbang/XI/2011 tanggal 06 Desember 2011 tentang Penetapan Pengelola Sampah Terpadu 3R Berbasiskan Masyarakat Di Griya Katulampa.

Lokasi TPS 3R terletak di depan Blok D1 RW 10 Griya Katulampa atau samping kiri taman RW dengan luas lahan mencapai 500 M² dan luas bangunan 250 M². Wilayah layanannya mencakup 12 RT (11 RT di RW 10, dan 1 RT di RW 19) dengan jumlah 700 KK.

"Jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam pengelolaan sampah sebanyak 14 orang. Di mana 4 orang ditempatkan di bagian pengangkutan sampah dari rumah tengga ke TPS, 4 orang di bagian pemilahan sampah,.3 orang di bagian fermentasi dan 3 orang lainnya di bagian pencatatan, kebersihan dan perawatan mesin," papar Eka.



Lebih lanjut ia menerangkan, volume timbulan sampah yang masuk dan dikelola TPS 3R rata-rata sebanyak 27 ton per bulan dengan produksi yang dihasilkan berupa kompos rata-rata sebanyak 1 ton per bulan dan sampah an-organik yang memiliki nilai ekonomis sebanyak 2,5 ton setiap bulannya.

"Kompos yang dihasilkan telah dimanfaatkan oleh rumah tangga untuk tanaman di halaman rumah, dimanfaatkan untuk taman-taman lingungan di tingkat RT/RW dan usaha pertanian organik," jelas Eka.

Sementara soal biaya operasional pengelolaan TPS 3R itu sendiri, Eka menyebutkan bersumber dari iuran warga, bantuan Pemkot Bogor melalui tenaga PKWT dan penjualan hasil kegiatan.

Posting Komentar

0 Komentar