Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketika Kenekatan Kalahkan Ketakutan Demi Mudik Lebaran

(Foto: Dok. Bogor24.id)


Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR, Bogor24.id - Aturan mengenai larangan mudik resmi berlaku mulai hari ini hingga 17 Mei mendatang. Petugas gabungan sudah diterjunkan di pos-pos penyekatan yang tersebar di beberapa kawasan pinggiran untuk mengantisipasi pemudik yang tetap nekat pulang ke kampung halaman.

Meski demikian, seperti di banyak daerah bahwa masih ditemui adanya pemudik yang berhasil lolos dari penjagaan petugas kendati pengamanan sudah dilakukan secara berlapis dan terbilang ketat. Tak terkecuali di akses menuju pintu masuk dan keluar Kota Bogor.

Para pemudik ini terbilang cerdik menggunakan bermacam trik agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas. Umumnya mereka ini menggunakan moda transportasi sepeda motor yang notabene relatif lebih mudah mencari akses dan mengelabui petugas di lapangan.

Seperti pantauan Bogor24.id di beberapa jalan perbatasan yang menghubungkan antara Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/5/2021) malam. Ada sejumlah pengendara motor yang tidak lain adalah pemudik memanfaatkan waktu ini untuk melakukan perjalanan.

Malam hari dipilih mereka dengan pertimbangan longgarnya penjagaan yang dilakukan petugas gabungan. Kondisi jalanan yang relatif lebih lancar pun menjadi alasan lainnya.

Penuturan Sodikin contohnya. Warga yang mengaku tinggal di Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor yang berboncengan dengan adiknya itu akan mudik ke kampung halamannya di Jampang, Kabupaten Sukabumi.

Ditanya mengapa tetap nekat mudik di tengah adanya larangan dari pemerintah, ia berujar baru saja mendapatkan izin cuti dari tempatnya bekerja. Begitu pun dengan adiknya. Maka, mereka berdua memutuskan untuk melakukan perjalanan di hari pertama aturan ini berlaku.

"Kalau ditanya begitu susah juga, karena memang ingin mudik saja dan kebetulan sudah tiga bulan ini tidak pulang kampung. Kangen sama anak-anak dan isteri. Mudah-mudahan saja kita bisa tembus sampai ke rumah nanti tengah malam atau menjelang sahur, jadi aman dari pemeriksaan petugas," tutur Sodikin.

Ditanya soal kelengkapan dokumen yang menjadi persyaratan mudik, dia mengungkapkan tidak memiliki satu pun. Baik itu surat keterangan negatif covid-19, vaksinasi maupun Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari pengurus wilayah tempat tinggalnya.

"Jadi, ini benar-benar modal nekat saja. Tapi, dengan niat yang baik untuk bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Lagipula H+2 Lebaran juga kita sudah pulang ke Bogor lagi karena harus kerja," imbuhnya.

Disinggung rute yang ditempuhnya dari kontrakannya di Gunung Batu hingga sampai di Pamoyanan arah Cihideung yang merupakan kawasan perbatasan dengan Kabupaten Bogor, ia enggan menjawabnya dan hanya tersenyum.

"Alhamdulillah, pokoknya rutenya lewat jalan-jalan kampung. Insya Allah aman sampai ke rumah. Pokoknya kita nekat kalahkan ketakutan diperiksa petugas sama ketakutan si virus corona," pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar