Ticker

6/recent/ticker-posts

Jokowi Ingatkan Pemda Antisipasi Lonjakan Covid-19 Paska Libur Lebaran

(Foto: Tangkapan layar Instagram Presiden Jokowi)



Penulis: Andri Budiman
Editor: Donni Andriawan S.

JAKARTA, Bogor24.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, paska libur Lebaran semua daerah harus hati-hati dan betul-betul waspada karena adanya potensi penambahan jumlah kasus baru Covid-19, meskipun pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan larangan mudik.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam arahannya kepada pemerintah daerah (pemda) dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seluruh Indonesia dalam rapat koordinasi (rakor) yang dilangsungkan secara virtual dari Istana Jakarta, Senin (17/5/2021), melalui rilis yang dikirimkan Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

“Hati-hati gelombang kedua, ketiga. Di negara tetangga kita sudah mulai melonjak drastis. Malaysia sudah lockdown sampai Juni, Singapura lockdown sejak Mei dan semakin ketat. Kita harus melihat tetangga-tetangga kita,” tegas Jokowi.

Kepada kepala daerah dan unsur Forkopimda seluruh Indonesia, kepala negara juga meminta agar hafal dengan kondisi, angka dan data di daerahnya masing-masing agar mengetahui langkah apa yang harus dilakukan.

Sebab, berdasarkan grafis dan kurva bahwa mobilitas masyarakat di tempat-tempat wisata paska Lebaran mengalami peningkatan yang tinggi sekali berada di angka 38 persen hingga 100,8 persen.

“Saya titip betul dan hati-hati mengenai ini,” kata Jokowi.

Untuk tempat wisata yang berada di wilayah zona merah dan oranye harus tutup dulu. Sementara wilayah zona kuning dan hijau boleh buka, namun harus ada petugas dan satgas yang standby sehingga penerapan protokol kesehatan tetap diawasi.

Hal lain yang juga diingatkan Jokowi adalah terkait 3T. Untuk tracing dirinya menilai masih menjadi kelemahan. Varian terbaru Covid-19 dan ekonomi menjadi hal terakhir yang diingatkan dan perlu mendapat perhatian dan penanganan secepatnya jika ditemukan.

Sementara di tempat berbeda Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menyampaikan, untuk mewaspadai peningkatan arus paska mudik sampai dengan 29 Mei mendatang. Khususnya bagi para pendatang dan pemudik yang kembali lagi. Oleh karena itu, RT/RW dan PPKM skala mikro harus diperketat lagi.

"Warga yang 'hilang atau tidak ada' dipastikan akan langsung melakukan tes swab. Koordinasi sudah kita lakukan dengan RT/RW Siaga, Puskesmas standby. Kemudian sebanyak 30 ribu alat tes rapid antigen sudah disebar ke semua wilayah," paparnya. (*)

Posting Komentar

0 Komentar