Ticker

6/recent/ticker-posts

Dosa Besar PDAM Tirta Pakuan Sengsarakan Pelanggan

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Bogor Selatan, milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. (Foto: Dok. Bogor24.id)




Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id - Kesengsaraan pelanggan zona 1 Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor masih terus berlanjut hingga Kamis (20/5/2021). Pasalnya, pasokan air dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibanggakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor itu tak kunjung mengalir.

Kesulitan air bukan hanya dirasakan segelintir pelanggan saja, namun jumlahnya sangat banyak. Selama dua hari ini keseharian mereka terganggu lantaran ketiadaan air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Bukan hanya kerepotan harus mengangkut air dari berbagai sumber alternatif seperti meminta ke tetangga yang memiliki sumur, mengambil air dari rumah ibadah sampai kali, pelanggan yang terdampak juga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar orang yang membantu mengambilkan air hingga terpaksa izin bekerja karena harus memenuhi bak mandi dan tangki penampungan air di rumahnya.

Kondisi di atas hanyalah sekelumit kisah miris dan pengalaman pahit yang harus dirasakan para pelanggan Perumda Tirta Pakuan akibat dari kinerja dan pelayanan yang buruk dan telah berlangsung selama bertahun lamanya, meski sudah tak terhitung berapa kali pergantian pucuk pimpinan perusahaan pelat merah itu. Namun sayangnya, dari waktu ke waktu tak kunjung menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik.

Irmansyah, pelanggan di RW 01 Kelurahan Harjasari misalnya, ikut menyorot buruknya kinerja dan pelayanan Perumda Tirta Pakuan. Gangguan pasokan air, katanya, sudah tak terhitung berapa jumlahnya. Pun dengan kualitas air yang tak kalah menyedihkannya.

"Berbicara soal pelayanan, maaf rasanya sepanjang saya menjadi pelanggan belum pernah ada satu pun prestasi yang ditorehkan PDAM Kota Bogor. Mengapa saya berbicara seperti itu, karena memang faktanya demikian. Air sering mati, airnya keruh. Apa itu tidak menjadi catatan buat saya sehingga menilai rapornya dibilang merah," paparnya.

Semestinya, lanjut Irmansyah, Perumda Tirta Pakuan jangan terlalu berambisi untuk bisa menjangkau seratus persen cakupan layanan se-Kota Bogor atau membangun beragam fasilitas seperti reservoir dan lainnya. Ia menyarankan akan lebih mendesak bila memperbaiki atau mengganti pipa-pipa distribusi yang notabene telah berusia uzur yang kerap menimbulkan kebocoran, menambah kapasitas reservoir dan peningkatan volume distribusi air.

"Jadi, saya pikir terlalu banyak catatan yang harus diberikan kepada PDAM. Ini tidak hanya menjadi pekerjaan rumah yang besar untuk direksinya, tapi wali kota Bogor. Semestinya dengan segala power yang dimiliki bisa menempatkan orang-orang yang tepat di sana. Ini merupakan dosa besar yang telah menyengsarakan pelanggan," tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar