Ticker

6/recent/ticker-posts

Bendung Katulampa, Dari Peninggalan Belanda Sampai Meeting Point Pesepeda


Pintu Bendung Katulampa di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. (Foto: Aysha Salsabila/Bogor24.id)


Penulis: Asyha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.

KATULAMPA, Bogor24.id - Pintu Bendung Katulampa di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor sudah tidak asing bagi masyarakat. Bahkan tidak sedikit juga orang luar yang mengenal tempat ini.

Tidak kurang sejumlah tokoh penting republik ini yang juga beberapa pejabat publik pernah mengunjungi Pintu Bendung Katulampa yang dibangun sejak 1889 silam itu. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta mantan Wali Kota Solo dan mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat Presiden RI Joko Widodo.

Sesuai namanya, Pintu Bendung Katulampa ini dibangun di masa penjajahan Belanda yang difungsikan sebagai pengendalian banjir dan sistem irigasi.

Pasalnya, bendungan yang juga hasil karya Ir Hendrik Van Breen ini memiliki panjang total 74 meter dengan lima inlaatsluis (pintu untuk mengalirkan arus ke kawasan di bawah), tiga spuisluis (pintu untuk menahan air, ika volume air berlebihan dan mengancam kawasan bawah) dengan lebar masing-masing pintu empat meter.

Megahnya konstruksi bangunan khas arsitektur Negeri Kincir Angin ini masih bisa dengan jelas kita saksikan sampai saat ini di era milenium dengan segala kemajuan lainnya di bidang yang sama, yakni konstruksi.

Sekarang, setiap harinya Pintu Bendung Katulampa ini selalu ramai digunakan masyarakat terutama para pengendara motor sebagai akses alternatif penghubung antara wilayah Kelurahan Katulampa dan Babadak di Kelurahan Sindangrasa serta ke kawasan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Salah satu bukti sejarah peninggalan Negeri Van Orange ini pun terus menunjukkan daya tariknya bagi siapapun yang mengunjunginya. Seperti saat di akhir pekan misalnya, kawasan ini akan ramai didatangi para pesepeda dan menjadikannya sebagai area meeting point atau sekadar beristirahat sebelum melanjutkan ridingnya.

Di sela waktu jeda para goweser ini, bagi mereka yang berasal dari luar Kota Bogor akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengabadikan gambar dan melakukan swafoto. Karena, di sini begitu banyak spot foto yang Instagramable untuk diposting di sosial media.

Namun biasanya Pintu Bendung Katulampa ini akan lebih ramai kunjungan orang pada musim penghujan tiba, dan kebanyakan adalah para awak media yang melakukan liputan untuk memantau perkembangan terkini tinggi muka airnya.

Sebab, ketinggian muka air di Pintu Bendung Katulampa ini jadi semacam sistem peringatan dini bagi wilayah-wilayah yang berada di bagian hilir seperti Depok dan Jakarta.

Oleh karena itu, berwisata tidak melulu harus ke luar kota atau bahkan luar negeri. Terlebih di masa pandemi seperti setahun terakhir ini. Meskipun mungkin bagi sebagian kecil orang tidak ada daya tarik dari Pintu Bendung Katulampa, namun setidaknya kita bisa belajar sedikit mengenai sejarah yang melingkupi keberadaannya.

Posting Komentar

0 Komentar