Ticker

6/recent/ticker-posts

"Belanja Lebaran Nggak ke Pasar Kurang Greget"

Ilustrasi keramaian pengunjung di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor jelang Lebaran. (Foto: Dok. Humas Kota Bogor)


Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id - Lebaran hanya tinggal menyisakan beberapa hari ke depan. Kesibukan masyarakat semakin meningkat terutama dalam memenuhi beragam kebutuhannya.

Sejak pagi hari mereka berbondong-bondong mendatangi pusat-pusat perbelanjaan baik pasar modern maupun pasar tradisional. Kebutuhan pangan seperti barang kebutuhan pokok hingga pakaian umumnya yang menjadi incaran.

Khusus di pasar-pasar tradisional, keramaian terlihat jauh lebih tinggi dibanding pusat perbelanjaan modern. Seperti pantauan Bogor24.id, Kamis (6/5/2021) pagi sampai menjelang siang.

Didominasi kaum perempuan, mereka yang umumnya datang berkelompok minimal tiga orang ini mulai terlihat memadati pasar-pasar tradisional di Kota Bogor. Di antaranya adalah Pasar Anyar dan Pasar Bogor di Kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Seolah tidak menghiraukan imbauan pemerintah mengenai penerapan protokol kesehatan (prokes), yaitu soal menghindari kerumunan dan memgurangi mobilitas mereka tetap antusias menyusuri setiap bagian pasar. Mulai dari area kebutuhan pokok hingga busana.

Seperti penuturan Onih yang ditemui Bogor24.id saat mencari busana muslim di Pasar Anyar. Ia mengaku tidak khawatir akan risiko paparan virus covid-19. Menurutnya, dengan menggunakan masker dan membawa hand sanitizer sudah lebih dari cukup baginya memiliki "senjata" untuk menangkal virus mematikan itu.

"Kalau bicara ramai sudah pasti ramai, apalagi sebentar lagi Lebaran. Orang-orang juga pasti sibuk kepengen beli macam-macam kebutuhannya buat Lebaran nanti. Yang penting kita pakai masker dan saya juga bawa hand sanitizer," kata Onih.

Sama halnya dengan yang diungkapkan Esti, pengunjung wanita di Pasar Bogor. Bahkan ia menyebutkan justru ada "seninya" ketika berbelanja jelang Lebaran seperti sekarang ini. Akan berbeda sensasinya ketika berbelanja melalui online shop.

"Justru di sini seninya kita belanja ke pasar tradisional. Banyak orang, macet, bisa tawar harga. Kan, beda kalau kita belanja di toko online. Kayaknya kurang greget saja kalau nggak belanja di pasar tradisional," ucapnya.

Posting Komentar

0 Komentar