Ticker

6/recent/ticker-posts

Aman dan Nyaman Naik Angkutan Umum di Era New Normal

Angkutan kota (angkot) di jalanan Kota Bogor. (Foto: Aysha Salsabila/Bogor24.id)



Penulis: Aysha Salsabila
Editor: Donni Andriawan S.

BOGOR KOTA, Bogor24.id - Adanya lonjakan kasus positif baru Covid-19 di Kota Bogor paska libur Lebaran, membuat siapapun harus lebih waspada dan jangan pernah abai menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam keseharian. Terlebih saat menggunakan angkutan umum.

Pasalnya, di dalam angkutan umum sangat rentan karena tidak adanya prokes yang dilaksanakan. Apalagi di angkutan kota (angkot) dengan ruang kabin yang sangat terbatas sangat jarang sekali ditemukan adanya jaga jarak fisik antar penumpang dan yang menggunakan masker, bahkan pengemudinya sendiri banyak yang tidak menggunakan masker.

Oleh sebab itu, perlu perhatian ekstra bagi Anda yang kerap bepergian menggunakan angkot untuk selalu waspada dan secara ketat menerapkan prokes. Pasalnya, paparan virus Covid-19 sangat mungkin terjadi di dalam angkot.

Maka, sebelum bepergian menggunakan angkot ada baiknya bila Anda memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Jika dirasa kurang fit, lebih baik urungkan niat dan sebaiknya beristirahat di rumah saja atau periksakan diri ke layanan kesehatan.

Bila poin pertama di atas aman, jangan lupa menyiapkan sejumlah barang penting di era kehidupan baru ini. Di antaranya memakai masker yang direkomendasikan, membawa hand sanitizer dan tisu basah. Usahakan pula mengenakan baju berlengan panjang.

Jangan memaksakan juga bila jumlah penumpang di dalam angkot sudah memenuhi kapasitasnya, lebih baik menunggu atau mencari yang lain dengan jumlah penumpang yang masih sedikit. Dengan begitu, Anda masih bisa menjaga jarak dengan orang lain.

Akan lebih memungkinkan pula bila selama di perjalanan untuk tidak menggunakan atau memainkan ponsel untuk meminimalisir dari paparan virus atau bermacam kotoran dan debu.

Hindari juga untuk berinteraksi dengan sesama penumpang. Hal ini sebagai upaya pencegahan timbulnya droplet atau kontak fisik dengan orang lain yang tidak diketahui riwayat kesehatan atau riwayat perjalanannya.

Semua hal di atas setidaknya sebagai upaya pencegahan dalam ikhtiar untuk menjaga diri dari paparan virus ini, sementara di satu sisi Anda harus tetap melanjutkan rutinitas yang tidak bisa dilakukan di rumah.

Posting Komentar

0 Komentar