Ticker

6/recent/ticker-posts

Air Kembali Mati, Kebocoran Terjadi Lagi, Pelanggan PDAM Ancam Demo

Petugas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tengah menggali untuk memperbaiki kebocoran pipa di RT 01/01 Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (21/5/2021) siang. (Foto: Yuda Muhtar/Bogor24.id)



Penulis: Yuda Muhtar
Editor: Donni Andriawan S.

RANCAMAYA, Bogor24.id - Belum normal sepenuhnya distribusi air Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor di zona 1 akibat dampak perbaikan kebocoran pipa ACP 21" di Jalan Arteri Bocimi, Cikalang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kini persoalan serupa muncul lagi di RT 01/01 Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jumat (21/5/2021).

Akibatnya sudah sangat jelas, ribuan pelanggan kembali harus menelan pil pahit lantaran terpaksa tidak mendapatkan haknya dari Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yakni pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Gangguan kebocoran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WIB itu membuat Perumda Tirta Pakuan harus kembali mendapatkan serbuan kekesalan para pelanggan dari zona 1. Mereka mempertanyakan kinerja jajaran direksi dan kualitas sarana prasarana yang begitu buruk karena menimbulkan kesengsaraan bagi mereka.

"Ini sudah benar-benar keterlaluan dan sangat mengecewakan sekali dibawah kepemimpinan para direksi yang baru, gangguan-gangguan semacam ini sudah tidak ditolerir. Teramat sering gangguan belakangan ini dan terus berulang setiap waktunya," kesal Hasna, Warga Rancamaya kepada Bogor24.id.

Kekesalan sama juga tak kalah sengitnya dilontarkan Yusuf, pelanggan zona 1 yang turut merasakan dampak gangguan Perumda Tirta Pakuan. Ia pun mempertanyakan sampai kapan kualitas buruk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor itu harus mereka rasakan.

"Tidak habis pikir saya Kang, mau sampai kapan kualitas buruk pelayanan PDAM Kota Bogor ini dirasakan pelanggan. Apa iya tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya, tidak pernah evaluasi kinerja seluruh staf dan pimpinannya sampai hal-hal seperti ini terus kejadian setiap waktunya," kata Yusuf.

Bahkan di tempat berbeda, pelanggan zona 1 lainnya mengancam bersama warga di wilayahnya akan mendatangi Kantor Pusat Perumda Tirta Pakuan di Jalan Siliwangi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Langkah tersebut, ucapnya, sebagai opsi terakhir untuk memperjuangkan hak mereka sebagai pelanggan demi mendapatkan kejelasan dan kepastian langsung dari jajaran direksi.

"Tolong dicatat Mas, ini bukan ancaman. Tapi, ini klimaks dari kekesalan kami kepada PDAM bahwa jika sampai besok (Sabtu, 22 Mei 2021) aliran air masih mati maka kami akan geruduk Kantor PDAM. Terserah mendefinisikannya seperti apa, entah itu unjuk rasa atau apa, tapi yang jelas kami akan menyampaikan kekesalan dan biar mereka tahu kesengsaraan kami sebagai pelanggan seperti apa," ungkap Rahmawati, pelanggan di Kampung Girangsari.

Posting Komentar

0 Komentar